16 Ribu Sekolah Diperbaiki, Tahun Depan Target 60 Ribu

JAKARTA – Pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 yang digelar di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana sekolah di seluruh Indonesia. Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan tekad untuk memperbaiki 60 ribu sekolah pada tahun mendatang dan mendorong kementerian terkait untuk mengalokasikan anggaran yang diperlukan.

Presiden Prabowo membuka sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi bangsa. Namun, ia juga menyampaikan permohonan maaf karena baru mampu memperbaiki 16 ribu sekolah pada tahun ini.

“Tahun ini kita baru mampu memperbaiki 16 ribu sekolah, saya minta maaf sebagai presiden Anda, saya baru mampu mengalokasikan 16 ribu sekolah, tapi tahun depan saya bertekad untuk melipatgandakan itu,” kata Prabowo.

Di hadapan ribuan guru dan tamu undangan, Prabowo kemudian menanyakan langsung kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengenai rencana perbaikan sekolah di tahun mendatang. Dengan gaya khasnya, ia memberi penegasan mengenai target ambisius tersebut.

“Mensesneg, kau yang aku tanya, jangan kau lihat Menkeu, kau yang aku tanya,” ujarnya, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
“Berapa yang kita rencanakan tahun depan? Minimal 60 ribu,” lanjut Prabowo.

Tak berhenti di situ, Prabowo menekankan bahwa target 60 ribu sekolah belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan nasional. Ia kemudian menantang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar mempertimbangkan peningkatan anggaran pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah.

“60 ribu pun saya tidak puas. Menkeu bisa kita tambah?” ucapnya.
“Kalau kau bisa tambah, kau tambah lagi disorakin semua guru,” lanjut Prabowo disambut sorakan meriah dari para guru.

Pemerintah sebelumnya telah mencanangkan program revitalisasi fasilitas sekolah dan menargetkan peningkatan kualitas pendidikan dari berbagai aspek, termasuk bangunan sekolah, sarana sanitasi, laboratorium, serta akses teknologi. Program tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung proses belajar-mengajar yang lebih modern dan inklusif.

Para pendidik yang hadir menyambut baik pernyataan Presiden Prabowo, meski sebagian berharap janji tersebut diiringi dengan realisasi nyata dan distribusi perbaikan yang merata hingga ke daerah tertinggal, kepulauan, dan perbatasan.

Momentum Hari Guru Nasional tahun ini turut menjadi pengingat pentingnya dukungan negara terhadap peningkatan kualitas pendidikan, bukan hanya pada aspek kurikulum, tetapi juga melalui penyediaan lingkungan belajar yang layak dan aman. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *