30 Ribu Kopdeskel Siap Beroperasi, Desa Kini Punya Akses Klinik dan Apotek
JAYAPURA – Pemerintah memperluas fungsi koperasi desa menjadi pusat layanan kesehatan dasar dengan menargetkan 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih mulai beroperasi pada Agustus 2026, termasuk menghadirkan fasilitas apotek dan klinik di tingkat desa.
Program yang digagas Kementerian Koperasi (Kemenkop) ini tidak hanya difokuskan pada penguatan ekonomi, tetapi juga integrasi layanan kesehatan melalui kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kolaborasi tersebut diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai tindak lanjut kesepakatan sebelumnya.
Sekretaris Kementerian Koperasi (Sesmenkop) Ahmad Zabadi menyatakan, program ini berpotensi menjangkau puluhan juta masyarakat desa sejak tahap awal implementasi.
“Jika rata-rata satu koperasi memiliki 1.000 anggota, maka setidaknya 30 juta masyarakat desa dan kelurahan akan terfasilitasi pada tahap awal,” ucap Ahmad Zabadi dalam keterangan tertulis, sebagaimana dilansir Cepos Online, Rabu (08/04/2026).
Ia menjelaskan, cakupan program masih dapat diperluas mengingat jumlah desa dan kelurahan di Indonesia mencapai lebih dari 83 ribu wilayah, sehingga potensi penerima manfaat bisa melampaui 80 juta orang.
Menurutnya, ke depan koperasi akan bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga menyediakan akses kesehatan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Gerai apotek dan klinik akan menjadi bagian penting. Kami ingin memastikan masyarakat desa bisa mendapatkan akses obat-obatan dan layanan kesehatan secara lebih mudah dan terjangkau,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menegaskan, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus memperluas pemerataan layanan hingga ke wilayah terpencil.
“Kami ingin memastikan program JKN dapat menjangkau desa melalui ekosistem Koperasi Merah Putih, sehingga masyarakat tidak terbebani biaya pengobatan dan terhindar dari risiko jatuh miskin,” tutupnya.
Dengan integrasi layanan ekonomi dan kesehatan melalui Kopdeskel Merah Putih, pemerintah berharap tercipta ekosistem desa yang lebih mandiri, inklusif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. []
Penulis: | Penyunting: Redaksi01
