Peringatan Milad Muhammadiyah di Lamin Etam, Simbol Sinergi Pemerintah dan Umat

SAMARINDA – Peringatan Milad Muhammadiyah ke-116 dan ‘Aisyiyah ke-108 yang digelar di Lamin Etam, Kota Samarinda, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (14/06/2025), berlangsung khidmat dan penuh semangat. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, seperti Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, yang mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Medikdasmen) Abdul Mu’ti, serta Walikota Samarinda Andi Harun.

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menegaskan bahwa milad tersebut tidak hanya sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi tonggak penting dalam mempererat kolaborasi antara organisasi masyarakat Islam dan pemerintah daerah. “Acara ini bukan hanya sebuah perayaan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat semangat kolaborasi antara Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kalimantan Timur dalam mendukung pembangunan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan serta keberagaman yang moderat dan toleran,” ucap wanita kelahiran Samarinda, 29 Desember 1970 ini.

Ia menambahkan bahwa kemitraan dengan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sangat dibutuhkan, terlebih dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong kemajuan bangsa. “Maka kami butuh mitra strategis seperti Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang telah terbukti menjaga muruah gerakan Islam yang mencerahkan, memajukan, dan menyatukan,” tambahnya.

Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah selama ini dikenal luas sebagai pelopor gerakan keagamaan yang berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam pidatonya, Abdul Mu’ti mengapresiasi kontribusi dua organisasi tersebut dalam mendukung reformasi pendidikan nasional yang berkeadilan dan inklusif.

Senada dengan itu, Walikota Samarinda Andi Harun menyampaikan bahwa peran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di tingkat lokal sangat penting dalam membina generasi muda serta memperkuat semangat toleransi antarumat beragama.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim berharap kemitraan dengan dua organisasi tersebut dapat terus ditingkatkan. Selain menjadi penopang pembangunan fisik, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah juga diharapkan tetap menjadi benteng nilai-nilai moral, keadaban publik, serta penjaga harmoni sosial dalam keberagaman masyarakat Indonesia. []

Penulis: Nur Quratul Nabila | Penyunting: Enggal Triya Amukti | ADV Diskominfo Kaltim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *