DPMD Kukar Menulis Ulang Makna Gotong Royong dengan Kuas dan Kepedulian

KUTAI KARTANEGARA — Pada pagi yang sederhana, di depan Kantor Bupati Kukar, suara sapu bertemu langkah semangat. Trotoar yang dulu kusam kini mulai menyapa kembali warga dengan wajah bersih dan warna baru. Ini bukan sekadar kegiatan rutin ini adalah cermin semangat yang terus hidup: Gotong Royong.
Dalam rangka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara melakukan aksi nyata membersihkan dan mengecat kembali trotoar serta memunguti sampah di sepanjang jalan dan area publik Taman Enggang. Kegiatan yang dipimpin oleh Sekretaris DPMD, Muhammad Yusran Darma, diikuti seluruh jajaran PNS dan PPPK dengan antusiasme yang tak dibuat-buat, Minggu (20/07/2025)
“Gotong royong adalah cara kita membangun, bukan hanya trotoar, tetapi rasa memiliki,” ujar Yusran dengan penuh keyakinan.
Lebih dari sekadar pembersihan fisik, kegiatan ini mengandung pesan sosial yang dalam: bahwa dalam era serba instan, kita masih bisa memperlambat langkah untuk bersama menata lingkungan. Bupati Kukar turut mendorong agar semangat ini bukan hanya hadir di Bulan Bhakti, melainkan menjadi budaya harian.
Kegiatan puncak BBGRM ke-22 dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Juli 2025, di Dermaga Penyeberangan Kapal, Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun. Di sana, semangat yang telah dibangun bersama akan dirayakan dan dilaporkan dalam bentuk nyata: kebersihan, keindahan, dan kebersamaan.
“Gotong royong adalah harta budaya yang perlu kita rawat, karena dari sana tumbuh akar kebersamaan yang menguatkan kita sebagai bangsa,” tutup Yusran.[]
Redaksi03