Ananda Moeis Serukan Energi Positif Lewat Pengibaran Merah Putih

ADVERTORIAL — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menegaskan pentingnya menjunjung tinggi simbol negara, khususnya bendera merah putih, pada momen peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengibarkan sang saka sejak 1 hingga 31 Agustus sebagai wujud penghormatan terhadap para pejuang kemerdekaan.

Pernyataan itu disampaikan Ananda merespons fenomena yang marak terlihat belakangan, yakni pengibaran bendera One Piece atau Jolly Roger, simbol bajak laut dari serial anime Jepang, di sejumlah rumah dan kendaraan masyarakat. Menurutnya, bulan kemerdekaan harus dimaknai sebagai momentum kebangsaan, bukan sekadar ruang berekspresi bebas.
“Yang penting tetap bendera merah putih itu dipasang sepanjang bulan Agustus,” tegasnya, Jumat (08/08/2025).
Ia menilai, pengibaran bendera nasional di bulan kemerdekaan bukan hanya tradisi, melainkan pengingat kolektif atas perjuangan dan pengorbanan generasi terdahulu. “Kita tetap bendera merah putih lah, harus pasang itu tinggi-tinggi, karena bagaimanapun Indonesia Raya,” ujarnya.
Meski mengaku tidak mengikuti kisah One Piece, Ananda mengungkapkan perbedaan generasi dalam budaya populer. “Saya nggak nonton One Piece, zaman saya nontonnya Kamen Rider Black RX, jadi kalau ditanya One Piece saya nggak tahu,” ucapnya.
Namun, ia menekankan poin utama bahwa setiap warga negara perlu memberi kontribusi positif, sekecil apa pun. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 286.693.693 jiwa, Ananda percaya semangat kecil yang dikumpulkan bersama bisa menjadi kekuatan besar.
“Biarpun kecil-kecil, dengan jumlah penduduk Indonesia 286.693.693 jiwa, kalau sedikit-sedikit positif, bakal besar energi positifnya untuk Indonesia Raya,” jelas politisi PDIP tersebut.
Fenomena bendera One Piece sendiri menuai pro dan kontra di media sosial. Sebagian masyarakat menilainya sebagai bentuk ekspresi kreatif, namun sebagian lainnya menganggap kurang pantas dilakukan pada bulan kemerdekaan.
Ananda menutup dengan ajakan agar masyarakat menjadikan Agustus sebagai bulan untuk memperkuat energi positif bersama demi kemajuan bangsa. “Kalau energi positif dikumpulkan bersama, dampaknya akan besar untuk kemajuan negara,” tandasnya. []
Penulis: Selamet | Penyunting: Aulia Setyaningrum