DPMD Kukar Siap Wujudkan Desa Agroekowisata Unggulan Lewat Kolaborasi Nasional

KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya mempercepat pembangunan desa dan kawasan perdesaan yang berkelanjutan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti Rapat Desk Penguatan Sinergitas dan Kolaborasi Perencanaan Pembangunan Desa dan Perdesaan Tahun 2025. Rapat ini digelar oleh Direktorat Perencanaan Teknis Pembangunan Desa dan Perdesaan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh Pemerintah Daerah dari 30 Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP) se-Indonesia, Selasa (05/08/2025).

Rapat ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam mendukung RPJMN 2025–2029, khususnya dalam pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas. Tujuannya jelas: memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan desa tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dan saling menguatkan.

Dari DPMD Kukar, hadir sejumlah pejabat kunci yang mewakili berbagai bidang strategisdiantaranya Sekretaris DPMD Kukar, Mohammad Yusran Darma, Kepala Bidang Kerjasama Desa, Dedy Suryanto, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa, Asmi Riyandi Elvandar,  dan Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli (PSM), Heriansyah, dan Hendra Madan,

Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan Kukar dalam menyambut peluang kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah, serta komitmen untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial yang inklusif.

Salah satu topik utama yang dibahas dalam rapat adalah pengembangan kawasan agroekowisata di Kutai Kartanegara. Agroekowisata dinilai sebagai pendekatan strategis yang mampu menggabungkan kekuatan sektor pertanian, pariwisata, dan pelestarian lingkungan. Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Kukar, kawasan perdesaan di daerah ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi agroekowisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal.

Melalui perencanaan teknis yang terintegrasi dan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat, Kukar berpeluang menjadi model nasional dalam pembangunan desa berbasis agroekowisata.

Rapat ini juga menekankan pentingnya sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Tanpa kolaborasi yang kuat, program-program pembangunan desa akan sulit mencapai dampak maksimal. Oleh karena itu, DPMD Kukar menyambut baik forum ini sebagai ruang strategis untuk menyelaraskan visi, menyatukan langkah, dan memperkuat koordinasi lintas instansi.

“Pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal pemberdayaan, ekonomi lokal, dan keberlanjutan. Kami siap berkolaborasi dan berinovasi,” ujar Mohammad Yusran Darma dalam sesi diskusi.

Dengan semangat kolaborasi dan visi jangka panjang, Kukar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan desa yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Kawasan agroekowisata bukan hanya menjadi peluang ekonomi, tetapi juga menjadi simbol transformasi desa menuju masa depan yang lebih cerah.

DPMD Kukar percaya bahwa dengan dukungan semua pihak, pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, maka desa-desa di Kutai Kartanegara akan tumbuh menjadi pusat inovasi, kemandirian, dan kebanggaan daerah.[]

Redaksi03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *