Sengatan Tawon di Bekasi Renggut Nyawa Anak 6 Tahun

BEKASI – Peristiwa tragis menimpa seorang anak berusia enam tahun di Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Bocah tersebut meninggal dunia setelah disengat kawanan tawon pada Rabu (29/10/2025) petang.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan bahwa korban awalnya disengat saat sedang melintas di jalan sekitar permukiman. Tak lama kemudian, kondisi tubuhnya menurun drastis hingga harus mendapat perawatan medis.

“Atas kejadian tersebut, kemudian korban dibawa ke klinik. Dikarenakan kondisi korban yang semakin memburuk, kemudian dibawa ke rumah sakit,” kata Reonald, Sabtu (01/11/2025).

Meski sudah mendapat pertolongan medis, nyawa sang bocah tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada keesokan harinya.

Menurut keterangan pihak keluarga, mereka menerima kejadian ini sebagai musibah. Sementara pihak kepolisian bersama tenaga medis setempat memastikan bahwa penyebab kematian korban murni akibat efek racun sengatan tawon.

“Keterangan dari dokter, korban disengat lebih dari satu sengatan di bagian tangan, badan, dan kepala,” ungkap Reonald.

Dari hasil pemeriksaan medis, racun yang masuk melalui sengatan telah menyebar ke seluruh tubuh korban. Dampak paling fatal terjadi pada organ vital seperti ginjal, hati, dan otak, yang mengalami kerusakan akibat reaksi toksin dari racun serangga tersebut.

Petugas medis menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, sengatan tawon yang terjadi dalam jumlah banyak dapat memicu anafilaksis, yakni reaksi alergi parah yang bisa menyebabkan pembengkakan saluran napas, penurunan tekanan darah secara drastis, hingga kematian.

Insiden ini tak hanya menimpa satu korban. Berdasarkan informasi kepolisian, satu anak lain berusia tujuh tahun juga turut disengat dalam kejadian yang sama. Beruntung, anak tersebut masih bisa diselamatkan dan kini tengah menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat.

Warga sekitar mengaku, koloni tawon yang menyerang anak-anak itu sudah beberapa kali terlihat bersarang di pepohonan dekat jalan desa. Mereka berharap agar dilakukan penyemprotan atau evakuasi sarang oleh petugas untuk mencegah peristiwa serupa terulang.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama terhadap aktivitas anak-anak di area terbuka yang berpotensi menjadi tempat bersarangnya tawon.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa ancaman sengatan serangga tidak bisa dianggap sepele, terutama bagi anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih lemah. Penanganan cepat dan tepat menjadi kunci agar korban sengatan tawon tidak mengalami komplikasi fatal. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *