Polda Metro Ringkus Pencuri 4 HP di Jaksel
JAKARTA – Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pencurian empat unit telepon genggam milik seorang warga di kawasan Jakarta Selatan. Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 03.30 WIB, dan sempat viral di media sosial setelah rekaman wajah pelaku beredar luas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menerangkan bahwa kejadian tersebut terjadi ketika pemilik rumah sedang berada di dalam kediamannya. Pelaku diduga masuk secara diam-diam dan mengambil empat unit ponsel dari lokasi.
“Begitu laporan diterima, tim langsung melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga analisis CCTV untuk mengidentifikasi para pelaku,” ujar Kombes Budi Hermanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).
Korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. Dari laporan itu, petugas melakukan penyelidikan mendalam dan berhasil mengidentifikasi serta membekuk pelaku berdasarkan jejak digital dan rekaman CCTV yang tersebar di berbagai platform media sosial.
Budi menjelaskan, “Ini bagian dari konsistensi Polda Metro Jaya dalam penegakan hukum dan meningkatkan pelayanan publik.” Ia menegaskan bahwa setiap bentuk kejahatan, khususnya yang meresahkan masyarakat, akan ditangani dengan serius dan profesional.
Empat telepon genggam yang berhasil dibawa pelaku antara lain Oppo A5, Vivo Y21s, Vivo Y21, dan Realme berwarna merah. Dalam kasus ini, terdapat dua pelaku yang memiliki peran berbeda, yakni sebagai joki dan eksekutor.
“Tersangka AS alias A, yang diamankan pada 25 November 2025 di rumahnya di Tangerang Selatan. Sementara pelaku lainnya, M alias H, lebih dulu diamankan warga dan diserahkan ke polisi,” ujar Budi.
Ia juga menekankan bahwa proses penangkapan dilakukan secara humanis dan sesuai prosedur hukum. “Dalam proses penanganannya, petugas tetap mengedepankan pendekatan humanis, meski kedua pelaku memiliki peran berbeda sebagai joki dan eksekutor,” tambahnya.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Budi mengimbau warga agar selalu waspada dan tidak segan melaporkan jika melihat atau mengalami tindak kriminal.
Masyarakat juga diminta memanfaatkan teknologi, seperti CCTV dan sistem keamanan digital, untuk membantu pencegahan dan pengungkapan tindak kejahatan. Kasus ini diharapkan menjadi pembelajaran penting mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan peran aktif masyarakat dalam membantu aparat penegak hukum. []
Siti Sholehah.
