Takut Hantu dan Begal, Ojol Minta Polisi Kawal Pengantaran

BOGOR – Sebuah video yang memperlihatkan pengemudi ojek online (ojol) meminta pengawalan polisi saat mengantar pesanan makanan di Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan publik. Kejadian itu bukan hanya memantik perhatian karena faktor keselamatan, tetapi juga menggambarkan situasi sejumlah wilayah yang masih minim penerangan dan rawan kejahatan.

Kapolsek Gunungputri, Kompol Aulia Robby Kartika Putra, membenarkan bahwa pengemudi ojol tersebut mendatangi kantor polisi untuk meminta bantuan pengawalan. “Betul, kejadiannya kemarin malam, yang bersangkutan datang ke polsek, minta dikawal. Karena gelap, takut hantu dan begal,” ujar Aulia ketika dihubungi detikcom, Kamis (04/12/2025).

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat pengemudi ojol mengenakan jaket berwarna oranye melintasi jalan pedesaan yang nyaris tanpa lampu penerangan umum. Di sisi kiri dan kanan jalan terdapat semak belukar dan pepohonan yang membuat jalur tersebut tampak semakin sunyi. Satu-satunya sumber cahaya berasal dari lampu motor pengemudi dan sorot lampu mobil patroli yang berada tepat di belakangnya.

Kondisi jalan yang gelap gulita itu memperlihatkan betapa rentannya pengguna jalan, terutama pada malam hari. Jalur tersebut bahkan tampak tidak ramai dilalui kendaraan, sehingga kekhawatiran mengenai potensi tindak kriminal sangat masuk akal. Dalam video, terlihat pula bagaimana polisi terus menjaga jarak aman sambil memastikan pengemudi bisa berkendara tanpa hambatan.

Usai menempuh jalur yang sepi, pengemudi ojol akhirnya tiba di tujuan pengantaran, yang merupakan sebuah pabrik di Kampung Kedep, Desa Tlajungudik. Paket makanan itu kemudian diserahkan melalui petugas sekuriti yang berjaga malam hari.

Aulia menjelaskan bahwa permohonan pengawalan tersebut ditangani oleh anggota patroli yang memang sedang bertugas. Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas petugas ketika menghadapi keluhan atau ketakutan masyarakat. “Iya jalurnya memang gelap tidak ada penerangan. Tujuannya ke pabrik di Kampung Kedep, Desa Tlajungudik,” kata Aulia.

Menurutnya, tugas polisi tidak hanya menindak kejahatan, tetapi juga memastikan masyarakat merasa aman dalam aktivitas sehari-hari. “Kami tidak melihat apakah ketakutan itu rasional atau tidak. Yang kami lihat adalah, ada masyarakat yang merasa tidak aman dan membutuhkan kehadiran polisi. Anggota kami wajib merespons hal ini dengan sikap humanis,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap warga berhak mendapatkan perlindungan, apa pun bentuk kecemasan yang mereka rasakan. “Ketika seorang warga, siapa pun itu, merasa terancam, baik itu oleh potensi tindak kriminal seperti begal, ataupun rasa cemas dan takut berlebihan, kami harus hadir di sana untuk menghilangkan rasa khawatir itu. Kami ingin masyarakat berpikir bahwa polisi adalah sahabat masyarakat yang bisa diandalkan dalam situasi apa pun,” imbuhnya.

Peristiwa ini turut memunculkan diskusi publik mengenai pentingnya peningkatan kualitas penerangan jalan dan pengamanan di wilayah rawan kecelakaan maupun kriminalitas, terutama pada malam hari. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *