Cekcok Berujung Maut, Sopir Truk Batu Bara Tewas Dilempar Batu

JAMBI – Aktivitas pungutan liar (pungli) di jalur angkutan batu bara kembali memakan korban jiwa. Seorang sopir truk batu bara, Eko Rudi Susanto, meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan di wilayah Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Peristiwa tragis ini membuka kembali persoalan lama terkait praktik pungli yang masih marak di jalur distribusi batu bara.

Insiden tersebut terjadi pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 06.00 WIB di kawasan Jembatan Kumpeh Ulu. Saat itu, korban melintas menggunakan truk angkutan batu bara menuju lokasi pembongkaran. Namun, perjalanan korban terhenti setelah dihadang sekelompok pemuda yang diduga terlibat praktik pungli di wilayah tersebut.

Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Muaro Jambi, Ipda Davidson Rajagukguk, menjelaskan bahwa pemicu awal peristiwa bermula dari kondisi truk korban yang melintas tanpa terpal penutup muatan.

“Di situ sekelompok pemuda melihat mobil batu bara melintas dengan keadaan terpal terbuka. Kemudian masyarakat mencoba memberhentikan mobil tersebut,” kata Davidson.

Kelompok pemuda tersebut kemudian mempertanyakan alasan korban tidak menutup muatan batu baranya dengan terpal. Namun, korban memilih untuk tidak menanggapi dan tetap melanjutkan perjalanan menuju lokasi stockpile untuk melakukan pembongkaran muatan.

Sikap korban yang tidak mengindahkan teguran tersebut justru memicu emosi kelompok pemuda yang berjumlah sekitar sembilan orang. Mereka kemudian mengejar dan berusaha menghentikan kendaraan korban secara paksa. Situasi di lokasi semakin memanas hingga berujung pada tindakan kekerasan.

Kelompok tersebut mencoba mengeroyok korban dan memaksanya keluar dari dalam kendaraan. Dalam kondisi yang tidak terkendali, salah seorang dari komplotan pungli tersebut melakukan tindakan berbahaya dengan melemparkan batu ke arah korban.

“Tersangka refleks mengambil batu yang ada di sekitarnya melempar ke arah korban yang dimana mengenai kepala korban. Korban mengalami luka serius di kepala,” ungkap Davidson.

Setelah insiden pelemparan batu tersebut, komplotan pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Korban yang mengalami luka parah di bagian kepala segera dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa (16/12/2025) sore.

Kematian Eko Rudi Susanto menambah daftar panjang korban kekerasan di jalur angkutan batu bara yang selama ini dikenal rawan konflik. Praktik pungli di jalur tersebut kerap menimbulkan ketegangan antara sopir dan kelompok tertentu yang memanfaatkan kondisi lapangan untuk kepentingan pribadi.

Pihak kepolisian kini tengah melakukan pendalaman kasus untuk mengungkap peran masing-masing pelaku serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Aparat juga menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik pungli yang kerap berujung pada tindak pidana kekerasan.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa penertiban jalur distribusi batu bara serta pengawasan terhadap aktivitas ilegal di lapangan perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Tanpa penanganan tegas, konflik serupa dikhawatirkan akan kembali terjadi dan mengancam keselamatan para sopir angkutan. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *