Panti Sosial di Cengkareng Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa
JAKARTA – Sebuah panti sosial yang berada di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, mengalami kebakaran pada Sabtu pagi (20/12/2025). Meski api sempat menghanguskan sebagian bangunan kantor panti, respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah perambatan api ke area lain yang berpotensi membahayakan penghuni dan lingkungan sekitar.
Kebakaran terjadi di Panti Sosial Sasana Bina Insan Bangun Daya 1 yang berlokasi di Jalan Kamal RT 02 RW 07, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Api dilaporkan pertama kali muncul pada bagian kantor panti sosial tersebut.
“Objek terbakar kantor Panti Sosial,” kata Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Achmad Saiful Kahfi, Sabtu (20/12/2025).
Menurut keterangan petugas, laporan kebakaran diterima setelah warga mendatangi langsung Pos Pemadam Kebakaran Cengkareng Barat pada pukul 07.32 WIB. Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 07.41 WIB. Dengan sigap, petugas melakukan penyemprotan dan upaya isolasi api agar tidak menjalar ke bangunan lain di dalam kompleks panti sosial. Sekitar lima menit setelah proses pemadaman berlangsung, api berhasil dikendalikan.
Petugas memastikan situasi benar-benar aman sebelum menyatakan api padam total. Sekitar pukul 07.53 WIB, kebakaran dinyatakan selesai ditangani dan tidak ditemukan lagi titik api aktif di lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas seorang orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) yang berada di dalam area panti. Api muncul akibat korek gas yang dimainkan tanpa pengawasan, lalu menyambar material mudah terbakar di sekitar kantor panti.
“Sekitar pukul 07.32 WIB, ODGJ sedang main korek api tanpa sepengetahuan penjaga panti akhirnya merambat ke rumah panti sosial tersebut,” jelas Achmad Saiful Kahfi.
Meski kebakaran sempat menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Petugas memastikan seluruh penghuni panti berada dalam kondisi aman dan tidak terdampak langsung oleh api.
Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 60 meter persegi, terbatas pada bagian kantor panti sosial. Namun demikian, kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta, terutama akibat kerusakan bangunan dan peralatan kantor.
Insiden ini menjadi perhatian khusus mengingat panti sosial merupakan fasilitas yang menampung kelompok rentan, termasuk individu dengan kondisi kesehatan mental tertentu. Kejadian tersebut menyoroti pentingnya pengawasan ketat, sistem keamanan, serta edukasi pencegahan kebakaran di lingkungan panti sosial.
Pihak pemadam kebakaran mengimbau pengelola fasilitas sosial untuk memastikan area rawan kebakaran dalam kondisi aman, termasuk membatasi akses terhadap benda-benda yang dapat memicu api. Selain itu, diperlukan pengawasan berlapis terhadap penghuni dengan risiko tertentu demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Dengan respons cepat petugas dan koordinasi yang baik, kebakaran di panti sosial Cengkareng ini dapat ditangani tanpa menimbulkan korban. Penanganan yang sigap tersebut dinilai berhasil meminimalkan dampak kebakaran serta menjaga keselamatan penghuni dan lingkungan sekitar. []
Siti Sholehah.
