KUD Bangun Rejo Dorong UMKM Tenggarong Seberang
KUTAI KARTANEGARA – Koperasi Unit Desa (KUD) Bangun Rejo mencatat terobosan baru dengan menjalin kemitraan strategis bersama pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM–UMKM) di wilayah Tenggarong Seberang. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mendorong penguatan ekonomi desa melalui semangat Sejahtera Bersama, yang resmi dijalankan pada Rabu (31/12/2025).
Kemitraan tersebut melibatkan sejumlah UMKM lokal yang bergerak di sektor pangan olahan. Berbagai produk unggulan, mulai dari snack ringan seperti aneka keripik hingga minuman rempah tradisional, kini dipasarkan secara kolektif melalui jaringan KUD Bangun Rejo. Skema ini dinilai mampu memperluas akses pasar UMKM sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan industri makanan.
Salah satu pelaku UMKM, Budi, menjelaskan bahwa kerja sama ini berangkat dari kebutuhan bersama antara koperasi dan pelaku UMKM. Menurutnya, KUD memiliki jaringan distribusi dan manajemen yang lebih mapan, sementara UMKM memiliki produk yang berkualitas namun sering terkendala pemasaran.
“Melalui kemitraan ini, kami ingin menciptakan ekosistem usaha yang saling menguatkan. UMKM tidak berjalan sendiri, koperasi juga tumbuh bersama masyarakat,” ujar Budi, Rabu (31/12/2025).
Ia menambahkan, konsep Sejahtera Bersama bukan hanya slogan, melainkan komitmen untuk memastikan manfaat ekonomi dirasakan secara merata. Dengan pengelolaan terpadu, KUD Bangun Rejo membantu dalam hal pengemasan, standardisasi produk, hingga promosi.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk UMKM dan membuka peluang masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar ritel dan daring. Para pelaku UMKM di Tenggarong Seberang menyambut positif inisiatif tersebut. Selain membantu pemasaran, kemitraan ini juga memberikan pendampingan usaha, terutama dalam menjaga kualitas produk dan kontinuitas produksi. Snack ringan seperti keripik berbahan lokal serta minuman rempah yang selama ini diproduksi rumahan kini memiliki peluang untuk dikenal lebih luas sebagai ciri khas daerah.
Pemerhati ekonomi desa menilai kolaborasi antara koperasi dan UMKM seperti ini menjadi model pengembangan ekonomi kerakyatan yang relevan. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan memperkuat kerja sama, desa tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi produktif.
Ke depan, KUD Bangun Rejo berencana memperluas kemitraan dengan lebih banyak UMKM serta mengembangkan variasi produk. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa sekaligus mendorong Kutai Kartanegara sebagai wilayah yang aktif dalam pengembangan UMKM berbasis komunitas. []
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Aulia Setyaningrum
