Percikan Kembang Api Bakar 10 Vila di Uluwatu

BADUNG– Perayaan malam pergantian tahun di kawasan pariwisata Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, diwarnai insiden kebakaran besar yang melanda sejumlah vila. Sedikitnya 10 unit vila dilaporkan hangus terbakar akibat percikan kembang api yang digunakan saat perayaan Tahun Baru 2026.

Kebakaran tersebut terjadi pada Kamis (01/01/2026) dini hari sekitar pukul 00.47 Wita. Api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah bangunan vila yang berada dalam satu kawasan, yakni Kompleks Vila Desa Harmonis, termasuk area lobi, serta satu vila lain di sekitarnya, yakni Vila Billabong.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa skala kebakaran cukup besar sehingga membutuhkan pengerahan personel dan armada dalam jumlah signifikan.

“Jumlah yang terbakar 10 unit vila, lobi, dan Vila Billabong,” ujar Suardana, Kamis pagi.

Menurut Suardana, kobaran api cepat meluas karena kondisi bangunan vila yang berdekatan serta adanya material bangunan yang mudah terbakar. Selain itu, kejadian berlangsung pada malam hari ketika sebagian besar penghuni dan pengelola vila tengah berfokus pada perayaan tahun baru.

Untuk mengendalikan api, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung mengerahkan sedikitnya tujuh unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai pos. Armada tersebut berasal dari Pos Induk BW 19, Pos Puspem BW 14, Pos Kunti BW 07 dan BW 12, Pos ITDC BW 20, serta Pos BPG BW 16 dan BW 21.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama dan penuh tantangan. Petugas berjibaku selama kurang lebih 3,5 jam untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala. Medan yang berbukit serta akses jalan yang terbatas di kawasan Uluwatu turut menjadi kendala dalam proses penanganan kebakaran.

Suardana mengungkapkan bahwa luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 are. Meski kerugian material diperkirakan cukup besar, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Penyebab kebakaran adalah nyala kembang api,” jelasnya.

Percikan kembang api diduga mengenai bagian bangunan vila atau material mudah terbakar di sekitarnya, kemudian memicu api yang dengan cepat membesar. Peristiwa ini menjadi pengingat akan potensi bahaya penggunaan kembang api, terutama di kawasan padat bangunan dan wilayah pariwisata yang memiliki banyak properti bernilai tinggi.

Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta edukasi kepada masyarakat dan wisatawan terkait penggunaan kembang api, khususnya saat momen perayaan besar seperti malam tahun baru. Langkah mitigasi dan pencegahan dinilai penting guna menghindari kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Hingga Kamis siang, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pendataan kerugian dan evaluasi penyebab kebakaran secara lebih rinci. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *