Koster Paparkan Data 2025, Isu Bali Sepi Wisatawan Terbantahkan
JAKARTA – Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa isu menurunnya kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata tidak sesuai dengan data resmi. Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan klarifikasi tersebut dengan memaparkan capaian kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 yang justru menunjukkan tren positif, khususnya dari wisatawan mancanegara.
Klarifikasi itu disampaikan Koster saat menerima kunjungan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Puri Saren Ubud. Dalam pertemuan tersebut, Koster membeberkan data pergerakan wisatawan yang bersumber dari Angkasa Pura dan otoritas pelabuhan laut di Bali.
“Dari data Angkasa Pura sampai 31 Desember 2025, itu mencapai 7.050.000 lebih. Kalau dibanding dengan 2024, itu yang lewat udara ini adalah 6,3 juta,” ujar Koster saat menerima kedatangan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Puri Saren Ubud, dikutip detikBali, Jumat (02/01/2026).
Menurut Koster, data tersebut menunjukkan peningkatan signifikan kunjungan wisatawan asing yang datang ke Bali melalui jalur udara. Angka tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa Bali mengalami penurunan minat wisatawan, terutama pada momen akhir tahun yang kerap menjadi sorotan publik.
Selain jalur udara, Koster juga menyoroti peningkatan jumlah wisatawan yang masuk ke Bali melalui jalur laut. Ia menjelaskan bahwa kunjungan kapal pesiar atau cruise ship sepanjang 2025 turut memberikan kontribusi besar terhadap total kunjungan wisatawan mancanegara.
“Sedangkan yang lewat laut, cruise ini udah pasti orang asing. Tadi saya kontak dengan Pelabuhan Benoa, itu 71 ribu sampai minggu yang lalu. Kemudian dibanding 2024, itu 53 ribu,” paparnya.
Ia menilai kenaikan jumlah wisatawan melalui jalur laut tersebut memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan pariwisata internasional. Bahkan, Koster menyebut total kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
“Dan ini angka tertinggi yang dicapai. Rekor ini. Karena saya punya data, saya runut dari 2015 sampai sekarang 2025,” jelasnya.
Berdasarkan catatan Pemerintah Provinsi Bali, rekor sebelumnya terjadi pada 2019 dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,27 juta orang. Dengan capaian 2025 yang melampaui angka tersebut, Koster menilai sektor pariwisata Bali menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan yang kuat pascapandemi.
Meski demikian, Koster tidak menampik adanya penurunan jumlah wisatawan domestik. Ia menyebut wisatawan Nusantara pada 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Wisnusnya di 2025 mencapai 9,28 juta. Sedangkan 2024 mencapai 10,1 juta,” ucapnya.
Koster menilai fluktuasi jumlah wisatawan domestik dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi nasional, perubahan pola perjalanan, serta meningkatnya pilihan destinasi alternatif di dalam negeri. Namun, ia menegaskan bahwa penurunan tersebut tidak serta-merta mencerminkan kondisi pariwisata Bali secara keseluruhan.
Menanggapi isu Bali sepi wisatawan yang kembali mencuat, Koster menyebut narasi tersebut bukan hal baru. Ia mengatakan kabar serupa hampir selalu muncul setiap menjelang akhir tahun, meskipun data resmi menunjukkan kondisi yang berbeda.
“Sebenarnya setiap tahun ada berita itu, setiap tahun. Setiap mau akhir tahun pasti muncul berita soal Bali,” ucapnya.
Koster pun mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi terkait pariwisata Bali dan menjadikan data resmi sebagai rujukan utama. Pemerintah Provinsi Bali, lanjutnya, akan terus melakukan evaluasi dan penguatan strategi pariwisata agar pertumbuhan kunjungan tetap berkelanjutan dan berkualitas. []
Siti Sholehah.
