Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Memanjat Pohon di Bogor
JAKARTA – Sebuah peristiwa tragis menimpa seorang pemuda berinisial FP (21) di Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. FP meninggal dunia setelah tersengat listrik saat berada di atas pohon pada Jumat (02/01/2026) sore. Kejadian ini menyisakan duka mendalam, terutama bagi sang ayah yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.
Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban meninggal dunia di atas pohon dan tidak sempat mendapatkan pertolongan karena posisi korban berada di ketinggian dan berdekatan dengan kabel listrik.
“Iya, meninggal di pohon, bapaknya nggak bisa berbuat apa-apa,” kata Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah kepada wartawan, Jumat (02/01/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan keterangan kepolisian, saat itu korban bersama ayahnya bermaksud mengambil dahan pohon salam. Aktivitas tersebut dilakukan secara mandiri tanpa peralatan pengaman khusus.
“Bapaknya nunggu di bawah, anaknya naik,” ucap Abdullah.
Korban kemudian memanjat pohon untuk memotong dahan. Namun, situasi berubah menjadi fatal ketika dahan yang hendak diambil justru jatuh dan mengenai kabel listrik yang melintang di sekitar area pohon. Kondisi dahan yang basah diduga mempercepat hantaran listrik hingga menyambar tubuh korban.
“Saat mengambil dahan itu, kata Abdullah, kemudian dahan jatuh menimpa kabel listrik. Dahan pohon tersebut dalam keadaan basah saat menimpa korban,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, korban langsung tersengat aliran listrik dan tidak dapat melepaskan diri. Sengatan listrik membuat korban meninggal dunia di tempat, tepatnya di atas pohon.
“Udah gitu kena, kesetrum dia (korban),” jelasnya.
Jenazah korban sempat berada di atas pohon karena sulit dijangkau. Warga sekitar kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat setempat. Petugas gabungan dari kepolisian dan unsur terkait melakukan proses evakuasi dengan hati-hati untuk menghindari risiko lanjutan dari kabel listrik aktif.
Jenazah korban akhirnya berhasil dievakuasi dan diturunkan dari atas pohon. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Sudah (dievakuasi) tadi, sama keluarganya juga sudah menerima kalau itu musibah,” pungkas Abdullah.
Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Kejadian murni dikategorikan sebagai kecelakaan akibat kelalaian dan faktor lingkungan yang berisiko.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan aktivitas di sekitar jaringan listrik, terutama ketika memanjat pohon atau memotong dahan yang berada dekat kabel bertegangan tinggi. Kondisi basah akibat hujan atau kelembapan juga dapat meningkatkan risiko sengatan listrik yang berakibat fatal.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan kehati-hatian dalam aktivitas sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan sumber listrik terbuka di lingkungan permukiman. []
Siti Sholehah.
