Tim SAR Temukan Jasad Pelatih Valencia di Taman Nasional Komodo

JAKARTA — Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuahkan hasil. Sebuah jasad yang ditemukan di kawasan perairan tersebut dipastikan merupakan warga negara Spanyol bernama Fernando Martin Carreras, yang diketahui sebagai pelatih tim B sepak bola wanita klub Valencia CF.

Kepastian identitas korban disampaikan oleh Kepolisian Daerah NTT setelah proses pemeriksaan awal dan pencocokan data dilakukan sesuai prosedur internasional. Penemuan jasad ini sekaligus mengakhiri rangkaian pencarian yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, Basarnas, hingga dukungan masyarakat setempat.

“Ya betul (pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras). Jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa dan warga negara Spanyol,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra, dilansir detikBali, Minggu (04/01/2026).

Menurut keterangan kepolisian, jasad Fernando ditemukan pada Minggu pagi (04/01/2026) sekitar pukul 08.47 Wita di perairan antara Pulau Seraya dan Pulau Rinca, yang masih berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Lokasi tersebut sebelumnya telah menjadi fokus penyisiran tim SAR gabungan karena diduga berkaitan dengan hilangnya korban.

Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah langsung dibawa ke RSUD Komodo di Labuan Bajo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses medis dilakukan guna memastikan identitas korban sekaligus mengetahui kondisi jasad secara menyeluruh sesuai standar penanganan korban bencana dan kecelakaan.

“Masih dilakukan visum et repertum serta proses identifikasi oleh tim medis dan Biddokkes Polda NTT sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI),” jelas Henry.

Polda NTT menyebutkan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan sangat cermat. Data antemortem (AM) dan postmortem (PM) korban dicocokkan, baik melalui identifikasi primer maupun sekunder. Hasil pencocokan tersebut menunjukkan kesesuaian penuh dengan data keluarga korban yang sebelumnya telah dikantongi oleh pihak berwenang.

Identifikasi korban cocok dengan data keluarga. Semuanya sudah sesuai. “Kabiddokkes menyampaikan bahwa identifikasi korban dengan mencocokkan data AM dan PM, baik primer maupun sekunder sudah sesuai dengan protokol DVI interpol,” sambung Henry.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko menegaskan bahwa meskipun jasad korban telah ditemukan, seluruh unsur SAR tetap bekerja maksimal hingga seluruh rangkaian operasi dinyatakan selesai. Pihaknya memastikan bahwa pencarian dan penyisiran tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya temuan lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Kami juga mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Padar dan perairan sekitarnya agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban atau bangkai kapal,” pungkas Rudi.

Penemuan jasad Fernando Martin Carreras menjadi perhatian luas, mengingat korban merupakan figur asing yang memiliki latar belakang sebagai pelatih di klub sepak bola Eropa ternama. Aparat kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan, dengan tetap berkoordinasi dengan pihak keluarga serta otoritas terkait, termasuk perwakilan negara asal korban. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *