Cegah Bentrokan Susulan, Brimob Siaga di Cipinang Besar Selatan
JAKARTA — Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya menggelar kegiatan antisipasi potensi tawuran warga di wilayah Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (04/01/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan yang dinilai rawan konflik sosial.
Kegiatan pengamanan tersebut menyasar sejumlah titik strategis yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya warga, terutama pada jam-jam rawan. Penentuan lokasi pengamanan didasarkan pada laporan dan informasi masyarakat terkait potensi terjadinya bentrokan antarkelompok warga.
Antisipasi ini juga dilakukan sebagai tindak lanjut dari insiden tawuran yang terjadi pada Jumat (02/01/2026) dini hari di depan Bassura, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Cipinang Besar Selatan. Dalam peristiwa tersebut, dua kelompok warga terlibat bentrokan dan aksi saling serang yang sempat terjadi beberapa kali dalam satu malam.
Peristiwa tawuran itu sempat menimbulkan keresahan warga sekitar dan mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut. Aparat kepolisian kemudian melakukan pembubaran dan pengamanan untuk mencegah meluasnya konflik.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto menegaskan bahwa kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat merupakan bagian dari langkah preventif guna mencegah terjadinya kembali bentrokan antarwarga. Menurutnya, pendekatan pencegahan lebih diutamakan dibandingkan tindakan represif.
“Brimob Polda Metro Jaya terus berkomitmen hadir untuk menjaga situasi tetap kondusif melalui langkah-langkah preventif, profesional, dan humanis, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman,” ujar Henik dalam keterangannya.
Henik menjelaskan, personel Brimob tidak hanya melakukan patroli dan penjagaan, tetapi juga berinteraksi dengan warga setempat. Dialog dilakukan untuk menyerap aspirasi sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Ia menilai, konflik sosial seperti tawuran warga sering kali dipicu oleh persoalan sepele yang kemudian membesar akibat kurangnya komunikasi dan pengendalian emosi. Oleh karena itu, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini.
Selama kegiatan berlangsung, aparat Brimob disiagakan di sejumlah titik rawan, termasuk akses jalan utama dan area permukiman padat penduduk. Kegiatan pengamanan dilakukan secara terbuka untuk memberikan rasa aman sekaligus efek pencegahan.
Hingga akhir kegiatan, situasi keamanan di wilayah Cipinang Besar Selatan terpantau aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya indikasi bentrokan atau gangguan kamtibmas. Aktivitas warga berlangsung normal, mulai dari kegiatan ekonomi hingga aktivitas sosial.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan segera melaporkan kepada aparat keamanan jika mengetahui adanya potensi konflik di lingkungan sekitar. Kepolisian menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah pencegahan demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jakarta Timur. []
Siti Sholehah.
