Bank Kalbar Berkinerja Positif di 2025: Laba dan Kredit Naik Didukung Dana Murah
JAKARTA, PRUDENSI.COM-Bank Kalbar kembali menunjukkan kinerja yang solid sepanjang 2025, dengan pencapaian positif pada sejumlah indikator utama, terutama laba bersih dan penyaluran kredit.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh struktur pendanaan yang semakin sehat, tercermin dari peningkatan rasio CASA (Current Account Saving Account) atau dana murah yang signifikan.
Menurut Rokidi, Direktur Utama Bank Kalbar kepada Infobank, rekapitulasi pencapaian kinerja per 31 Desember 2025, laba bersih Bank Kalbar mencapai Rp522,99 miliar. Angka ini tumbuh sebesar 7,66 persen atau Rp37,19 miliar dibandingkan realisasi audited Desember 2024 yang sebesar Rp 485,80 miliar.
Di sisi penyaluran kredit, lanjut Rokidi, Bank Kalbar berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,20 persen. Volume kredit meningkat dari Rp16,86 triliun menjadi Rp18,07 triliun, atau bertambah sebesar Rp1,21 triliun.
“Pertumbuhan kredit ini tetap berjalan baik meski dalam lingkungan ekonomi yang kompetitif.” lanjut Rokidi yang tahun 2025 terpilih sebagai Banker of The Year versi Infobank ini.
Lebih lanjut, menurut Rokidi, pilar kekuatan Bank Kalbar terletak pada pendanaan murah dan stabil (CASA) yang meningkat.
“Kinerja positif tersebut antara lain ditopang oleh perbaikan kualitas pendanaan. Bank berhasil meningkatkan komposisi dana murah dan stabil (CASA) dari 54,23 persen pada 2024 menjadi 57,90 persen di akhir 2025. Kenaikan sebesar 3,67 persen ini menunjukkan keberhasilan strategi perbankan dalam menarik dana masyarakat yang lebih rendah biayanya,” jelas Rokidi.
Secara rinci, komponen giro tumbuh pesat sebesar 21,53 persen, sementara tabungan juga naik 7,44 persen. Peningkatan CASA ini sangat strategis karena dapat membantu menekan biaya dana (cost of fund) dan mendukung margin keuntungan yang lebih sehat.
Secara keseluruhan, aset Bank Kalbar tumbuh 5,02 persen menjadi Rp27,84 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan sebesar 3,77 persen menjadi Rp21,11 triliun.
Menurut laporan keuangan Bank Kalbar per 2025, meski masih baik di atas rata-rata nasional, terdapat beberapa indikator yang perlu mendapat perhatian, seperti rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) yang naik tipis menjadi 69,64 persen dan Return on Assets (ROA) yang sedikit menurun menjadi 2,63 persen.
Namun, Return on Equity (ROE) justru membaik menjadi 12,50 persen. Rasio NPL (kredit bermasalah) relatif stabil di level 1,85 persen.
Dengan modal inti yang telah diproyeksikan meningkat, menurut Rokidi, Bank Kalbar memiliki fondasi yang cukup kuat untuk melanjutkan ekspansi bisnis yang sehat dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kualitas aset. (*)
