Aksi Cepat Pencuri Ayam di Depok Terekam Kamera Pengawas
DEPOK – Aksi pencurian ayam yang dilakukan oleh tiga pemuda di kawasan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, menjadi perhatian publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) peristiwa tersebut tersebar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat jelas bagaimana para pelaku menjalankan aksinya secara cepat pada dini hari saat lingkungan sekitar dalam kondisi sepi.
Video yang beredar pada Rabu (07/01/2026) memperlihatkan tiga pemuda yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor melintasi sebuah gang permukiman warga. Setelah berhenti di dekat sebuah rumah, dua orang turun dari motor, sementara satu lainnya tetap berada di atas kendaraan, diduga bersiap untuk melarikan diri.
Kedua pelaku yang turun terlihat langsung mengarah ke sebuah kandang ayam yang berada di depan rumah warga, tepat di pinggir gang. Tanpa memerlukan waktu lama, mereka mengambil dua ekor ayam dari dalam kandang tersebut. Usai menjalankan aksinya, kedua pelaku segera kembali ke sepeda motor dan melarikan diri meninggalkan lokasi.
Kejadian pencurian tersebut dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat. Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa (06/01/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di wilayah Cilangkap, Tapos, Depok. Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah diketahui sedang tertidur dan tidak menyadari adanya pencurian.
“Telah terjadi pencurian dua ekor ayam di dalam kandang yang kandangnya berada di depan rumah korban di saat korban sedang tertidur,” ujar Jupriono dalam keterangannya, Rabu (07/01/2026).
Menurut keterangan kepolisian, keberadaan kandang ayam yang berada di area terbuka dan dekat dengan akses jalan diduga memudahkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Kondisi lingkungan yang sepi pada dini hari turut menjadi faktor pendukung terjadinya pencurian tersebut.
Pemilik ayam baru menyadari kehilangan ternaknya keesokan hari setelah bangun tidur. Setelah dilakukan pengecekan, dua ekor ayam yang sebelumnya berada di kandang diketahui telah hilang. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian melalui petugas setempat.
Menindaklanjuti laporan dan viralnya rekaman CCTV di media sosial, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara. Langkah ini dilakukan guna mengumpulkan informasi awal serta memastikan kronologi kejadian secara akurat.
“Atas informasi tersebut, anggota Piket Fungsi melakukan cek TKP serta menyarankan agar korban membuat laporan ke polisi guna penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengidentifikasi para pelaku. Rekaman CCTV yang beredar akan dijadikan salah satu barang bukti penting dalam proses penyelidikan, termasuk untuk menelusuri ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap tindak kejahatan yang kerap terjadi pada jam-jam rawan. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk memastikan lingkungan rumah aman, memasang penerangan yang memadai, serta melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada aparat berwenang.
Selain itu, kepolisian mendorong masyarakat agar tidak ragu membuat laporan resmi jika mengalami tindak pidana, sekecil apa pun kerugiannya, guna mendukung proses penegakan hukum dan menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama. []
Siti Sholehah.
