Presiden Prabowo Siap Hadiri Forum Ekonomi Dunia di Swiss
JAKARTA – Indonesia kembali bersiap mengambil peran dalam forum ekonomi dan diplomasi global. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 yang akan digelar di Davos, Swiss, pada akhir Januari mendatang. Kehadiran Presiden dalam forum internasional tersebut dinilai strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Kepastian rencana kehadiran Presiden Prabowo disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, agenda Presiden masih mencantumkan keikutsertaan dalam pertemuan tahunan para pemimpin dunia tersebut.
“Di Davos. Dijadwalkan hadir,” kata Pras.
World Economic Forum 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 23 Januari 2026 di Davos, Swiss. Forum ini merupakan agenda tahunan yang secara konsisten menjadi ruang pertemuan penting bagi para pengambil kebijakan global, pemimpin negara, pelaku usaha, akademisi, serta perwakilan masyarakat sipil dari berbagai belahan dunia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, WEF mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, yang menekankan pentingnya dialog terbuka dan kolaborasi lintas sektor di tengah meningkatnya tantangan global. Tema tersebut dinilai relevan dengan situasi dunia yang tengah menghadapi berbagai persoalan, mulai dari ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, ketegangan geopolitik, hingga transformasi teknologi.
WEF 2026 diproyeksikan akan dihadiri lebih dari 3.000 peserta yang berasal dari sekitar 130 negara. Para peserta terdiri atas kepala negara dan pemerintahan, pimpinan organisasi internasional, pejabat publik dari negara-negara anggota G7, G20, BRICS, serta para pemimpin perusahaan global dan mitra strategis forum tersebut. Kehadiran beragam pemangku kepentingan ini menjadikan WEF sebagai salah satu forum paling berpengaruh dalam merumuskan arah kebijakan dan kerja sama internasional.
Bagi Indonesia, kehadiran Presiden Prabowo di WEF bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk menyuarakan kepentingan nasional di panggung global. Forum ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi, menarik investasi, serta menyampaikan pandangan terkait stabilitas kawasan dan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, partisipasi Presiden juga menjadi sarana diplomasi aktif untuk memperluas jejaring bilateral maupun multilateral. Dalam forum-forum seperti WEF, pertemuan informal antarpemimpin negara kerap menjadi pintu masuk bagi kesepakatan strategis di bidang ekonomi, energi, pertahanan, hingga teknologi.
Pemerintah menilai keterlibatan Indonesia dalam WEF sejalan dengan upaya memperkuat peran sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara serta anggota aktif berbagai forum internasional. Di tengah perubahan lanskap global, kehadiran Indonesia dalam dialog dunia diharapkan mampu memberikan kontribusi konstruktif sekaligus membawa manfaat nyata bagi kepentingan nasional.
Dengan agenda yang padat dan peserta dari berbagai latar belakang, World Economic Forum 2026 menjadi panggung penting bagi Presiden Prabowo untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra dialog yang terbuka, aktif, dan berkomitmen terhadap kerja sama global. []
Siti Sholehah.
