Buruh Bongkar Muat Tewas Tersengat Tiang Lampu di Pekalongan

JAKARTA – Peristiwa tragis menimpa seorang buruh bongkar muat di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Pria berusia 38 tahun itu meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik dari tiang penerangan jalan umum (PJU). Insiden tersebut kembali menyoroti persoalan keselamatan fasilitas publik, khususnya instalasi listrik di ruang terbuka yang rawan membahayakan warga.

Korban diketahui berinisial S, seorang buruh bongkar muat yang sehari-hari bekerja mengangkut material bangunan. Kejadian nahas itu berlangsung saat korban hendak buang air kecil di pinggir jalan usai menyelesaikan pekerjaannya. Dalam kondisi hujan dan jalan yang tergenang air, korban tanpa sengaja menyentuh tiang lampu jalan yang ternyata dialiri listrik.

“Kami menerima laporan adanya warga yang tersengat listrik di tiang penerangan jalan desa. Korban atas nama S, usia 38 tahun. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, korban menyentuh tiang lampu saat kondisi hujan dan langsung terjatuh di lokasi,” kata Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan Ipda Warsito.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, peristiwa bermula ketika korban bersama sejumlah rekannya baru saja menyelesaikan pekerjaan bongkar muat semen. Setelah pekerjaan selesai, mereka berkumpul sejenak untuk membagikan upah hasil kerja keras mereka hari itu. Tak lama kemudian, korban berpamitan kepada rekan-rekannya untuk menyeberang jalan guna buang air kecil.

“Setelah itu, korban berpamitan untuk kencing di seberang jalan. Karena kondisi sedang hujan dan terdapat genangan air, korban berjalan mepet ke pinggir. Saat berjalan, korban secara tidak sengaja berpegangan pada tiang penerangan jalan, langsung tersengat,” ujar Ipda Warsito.

Hujan yang turun sejak pagi menyebabkan genangan air di sekitar lokasi kejadian, sehingga memperbesar risiko aliran listrik merambat melalui permukaan tanah. Kondisi ini diduga memperparah dampak sengatan listrik yang diterima korban. Sesaat setelah tersengat, korban sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya terjatuh.

“Rekan-rekan korban yang melihat hal itu langsung berusaha menolong dan melarikan korban ke rumah sakit,” tambah Ipda Warsito.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wiradesa untuk mendapatkan penanganan medis. Tim medis sempat melakukan pemeriksaan intensif terhadap kondisi korban. Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam, terutama terkait keamanan sarana penerangan jalan umum. Tiang lampu yang seharusnya menjadi fasilitas penunjang keselamatan justru berubah menjadi sumber bahaya mematikan. Insiden ini juga menegaskan pentingnya pemeriksaan rutin dan perawatan instalasi listrik, terlebih di musim hujan yang meningkatkan risiko korsleting dan kebocoran arus.

Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti adanya aliran listrik pada tiang PJU tersebut. Kejadian ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan instansi terkait agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi penerangan jalan, guna mencegah terulangnya peristiwa serupa yang merenggut nyawa warga. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *