Di Tengah Rakernas, Megawati Terima Ciuman Puan dan Prananda

JAKARTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan yang dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di kawasan Ancol, Jakarta Utara, tidak hanya diwarnai agenda politik dan konsolidasi internal partai, tetapi juga menampilkan momen kebersamaan keluarga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Suasana hangat tersebut terekam ketika Megawati menerima ciuman dari kedua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo, di hadapan para kader partai.

Momen itu terjadi setelah Megawati menyelesaikan komunikasi daring dengan kru kapal Laksamana Malahayati, kapal bantuan milik PDIP yang tengah berada di Aceh untuk mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan. Dalam kesempatan tersebut, Megawati memberikan arahan terkait distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Sumatera.

Usai berkomunikasi secara daring, Megawati melanjutkan agenda dengan berfoto bersama para kader yang hadir dalam Rakernas. Sesi foto kemudian ditutup dengan pengambilan gambar bersama Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Ketiganya tampak kompak menunjukkan salam metal sebelum akhirnya Puan dan Prananda secara bersamaan mencium pipi Megawati, yang disambut dengan senyum hangat dari Presiden ke-5 Republik Indonesia itu.

Momen tersebut menjadi perhatian karena menampilkan sisi personal Megawati di tengah forum resmi partai yang sarat dengan agenda strategis. Kehangatan keluarga ini sekaligus memperlihatkan soliditas internal keluarga besar Soekarno yang selama ini menjadi bagian penting dalam dinamika PDIP.

Sebagai informasi, HUT ke-53 PDIP yang bertepatan dengan Rakernas ini telah memasuki hari kedua pelaksanaan. Kegiatan tersebut digelar di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Senin (12/01/2026). Sejumlah agenda penting partai, termasuk penegasan sikap politik PDIP terhadap isu nasional dan global, direncanakan akan disampaikan pada hari terakhir Rakernas.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto sebelumnya menegaskan bahwa partainya akan menempatkan diri sebagai kekuatan penyeimbang di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat di tengah berbagai bencana yang melanda di Tanah Air, dengan spirit kemanusiaan, keadilan dan keberpihakan kepada rakyat,” kata Hasto dalam keterangannya, Jumat (09/01/2026).

Hasto menjelaskan, Rakernas kali ini mengusung tema Satyam Eva Jayate dengan subtema ‘Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya’. Tema tersebut, menurutnya, mencerminkan sikap PDIP yang memilih jalur perjuangan yang tidak lazim atau antimainstream dalam menegakkan kebenaran dan nilai-nilai ideologis partai.

Lebih lanjut, Hasto menyebut Rakernas 2026 merupakan tindak lanjut dari hasil Kongres ke-VI PDIP yang digelar pada Agustus 2025 lalu. Dalam forum ini, partai akan membahas dan merumuskan sikap politik terhadap berbagai isu strategis, baik nasional maupun internasional.

“Di dalam Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban Partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan hukum, hingga program internal Partai dan tanggung jawab kerakyatan Partai,” imbuh Hasto.

Dengan demikian, Rakernas PDIP tidak hanya menjadi ruang konsolidasi politik, tetapi juga wadah refleksi ideologis partai di tengah tantangan bangsa. Di sela-sela agenda besar tersebut, momen kebersamaan Megawati bersama Puan dan Prananda menjadi simbol kehangatan personal yang melengkapi suasana perayaan partai berlambang banteng moncong putih itu. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *