Iran Tuding AS dan Israel Tebar Kekacauan

TEHERAN – Pemerintah Iran menegaskan keyakinannya bahwa rangkaian kerusuhan yang meluas di berbagai wilayah negara itu tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh campur tangan kekuatan asing. Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara terbuka menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai pihak yang berupaya menciptakan kekacauan dan ketidakstabilan di dalam negeri Iran, menyusul gelombang unjuk rasa yang berujung kekerasan dalam beberapa pekan terakhir.

Pezeshkian menyampaikan tudingan tersebut dalam pernyataan kepada televisi pemerintah Iran. Ia menilai, tekanan eksternal terhadap Iran tidak berhenti pada konflik militer, melainkan berlanjut melalui upaya destabilisasi internal.

“Musuh-musuh Iran berupaya menebar kekacauan dan ketidakstabilan,” kata Pezeskhian dalam pernyataannya kepada televisi pemerintah Iran, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (12/01/2026).

Pernyataan ini menjadi respons resmi pertama Pezeshkian sejak aksi protes yang bermula pada bulan lalu akibat memburuknya kondisi ekonomi, berubah menjadi gelombang kerusuhan yang diwarnai tindak kekerasan sejak pekan lalu. Aksi protes tersebut sebelumnya berlangsung relatif damai, namun kemudian berkembang menjadi insiden pembakaran, penyerangan fasilitas umum, serta bentrokan yang menelan korban jiwa.

Presiden Iran mengecam keras serangan terhadap fasilitas publik, termasuk masjid, pasar, dan ruang-ruang umum di Teheran maupun kota-kota lain. Ia menyatakan, aksi-aksi tersebut tidak mencerminkan aspirasi demonstran yang menyuarakan tuntutan ekonomi, melainkan merupakan tindakan sabotase yang dirancang secara sistematis.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menuduh AS dan Israel “melatih kelompok-kelompok tertentu” di dalam negeri dan di luar negeri, serta membawa “para teroris dari luar negeri” untuk membakar masjid, pasar, dan tempat-tempat umum.

“Orang-orang ini terlatih,” ujarnya dalam wawancara pada Minggu (11/01/2026) waktu setempat, seperti dikutip Press TV.

“Musuh telah menyusupkan para teroris terlatih ke negara ini. Para perusuh dan pelaku sabotase bukanlah orang-orang yang berunjuk rasa. Kami mendengarkan para demonstran dan telah melakukan upaya maksimal untuk menyelesaikan masalah mereka,” ucap Pezeshkian.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Iran membedakan antara demonstran yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan kelompok yang melakukan kekerasan. Menurutnya, tindakan ekstrem seperti pembunuhan, pembakaran, dan kekerasan brutal tidak mencerminkan karakter masyarakat Iran.

“Mereka telah membunuh beberapa orang dengan senjata, membakar yang lain, memenggal beberapa orang. Sungguh, kejahatan ini di luar sifat orang-orang kita. Mereka bulan rakyat kita. Mereka bukan rakyat negara ini. Jika seseorang berunjuk rasa untuk negara ini, kita mendengarkan dan menanggapi kekhawatiran mereka,” ujarnya.

Pezeshkian juga mengaitkan kerusuhan tersebut dengan kegagalan AS dan Israel dalam menundukkan Iran selama konflik bersenjata selama 12 hari pada Juni tahun lalu. Menurutnya, setelah gagal melalui jalur militer, kedua negara tersebut kini berupaya mencapai tujuan yang sama melalui kerusuhan internal.

“AS dan Israel mengatakan… ‘Kami mendukung kalian’. Orang-orang yang sama yang membunuh anak-anak dan bayi di negara kita menyuruh para perusuh ini untuk pergi dan menghancurkan, serta membakar,” kata Pezeshkian.

Dalam pesannya kepada generasi muda Iran, Pezeshkian mengimbau agar mereka tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang memanfaatkan situasi. Ia juga meminta keluarga untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak terseret dalam aksi kekerasan.

“Jika rakyat memiliki kekhawatiran, adalah tugas kita untuk mengatasi kekhawatiran mereka, tetapi tugas yang lebih tinggi adalah kita tidak boleh membiarkan sekelompok perusuh datang dan mengganggu seluruh masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan sikap pemerintah Iran yang menilai stabilitas nasional tengah menghadapi ancaman serius, sekaligus menegaskan komitmen negara untuk merespons tuntutan masyarakat tanpa membiarkan kekerasan meluas. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *