Dana Desa Digerakkan untuk Hortikultura, BUMDes Jadi Motor Ekonomi
KUTAI KARTANEGARA – Pemanfaatan Dana Desa untuk sektor produktif mulai menunjukkan hasil nyata di Desa Badak Baru, Kecamatan Muara Badak. Aktivitas penanaman semangka dan melon kini terlihat di lahan hortikultura yang dikelola BUMDes Karya Sejahtera, sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan desa dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Pengurus BUMDes Karya Sejahtera, Edy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi kebijakan nasional yang mendorong desa memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa. Dana Desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tetapi juga dialokasikan sebagai modal BUMDes minimal 20 persen untuk sektor produktif.
“Penanaman semangka dan melon ini adalah tahapan awal dari pengembangan usaha hortikultura desa. Kami ingin memastikan Dana Desa benar-benar berputar di sektor yang memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujar Edy, Senin (12/01/2026).
Program ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai sektor utama penguatan ekonomi desa. Landasan hukumnya jelas, mulai dari UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes, hingga Permendes PDTT terkait prioritas penggunaan Dana Desa.
Di Desa Badak Baru, sektor pertanian dipilih karena potensi pasarnya stabil dan dapat dikelola dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Selain meningkatkan ketersediaan pangan, program ini membuka peluang usaha dan kerja bagi warga desa, terutama kelompok tani dan pemuda setempat.
Edy menambahkan, pengembangan hortikultura ini juga ditujukan sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berkelanjutan. “Hasil panen semangka dan melon nantinya tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga akan dipasarkan ke wilayah sekitar Muara Badak dan kecamatan lain di Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Langkah BUMDes Karya Sejahtera menjadi contoh bagaimana Dana Desa dapat menjadi fondasi ekonomi desa jangka panjang. Dengan pengelolaan terencana dan berbasis potensi lokal, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga pelaku utama dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat. []
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Aulia Setyaningrum
