AS Imbau Warganya Segera Tinggalkan Iran di Tengah Eskalasi Protes
JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat meningkatkan peringatan keamanannya terhadap situasi di Iran dengan menyerukan seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan negara tersebut. Seruan ini muncul di tengah eskalasi protes antipemerintah yang terus meluas dan berpotensi berkembang menjadi kekerasan terbuka, disertai pengetatan keamanan oleh otoritas setempat.
Peringatan tersebut disampaikan melalui Kedutaan Besar virtual Amerika Serikat untuk Iran. Dalam pernyataan resminya, pemerintah AS meminta warganya agar tidak menunda keberangkatan dan menyusun rencana evakuasi secara mandiri, mengingat keterbatasan bantuan yang dapat diberikan dalam kondisi darurat.
“Tinggalkan Iran sekarang juga,” kata Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran dalam sebuah peringatan keamanan pada hari Senin (12/01/2026), mendesak warga negara AS untuk merencanakan keberangkatan dari Iran tanpa bantuan dari pemerintah AS.
Pemerintah AS menilai kondisi keamanan di Iran semakin tidak menentu seiring meningkatnya gelombang protes yang berlangsung di berbagai wilayah. Demonstrasi tersebut dinilai berisiko memicu bentrokan, penangkapan massal, serta pembatasan aktivitas publik yang lebih luas.
Peringatan itu menyebutkan bahwa aksi protes di Iran “meningkat dan dapat berubah menjadi kekerasan, mengakibatkan penangkapan dan cedera. Peningkatan langkah-langkah keamanan, penutupan jalan, gangguan transportasi umum, dan pemblokiran internet sedang berlangsung.”
Dalam situasi tersebut, warga negara AS diminta bersiap menghadapi pemadaman internet berkepanjangan dan gangguan komunikasi. Pemerintah AS menganjurkan penggunaan jalur komunikasi alternatif serta perencanaan rute perjalanan yang aman jika hendak meninggalkan Iran, termasuk melalui jalur darat menuju negara tetangga.
Disebutkan bahwa warga negara AS dapat mempertimbangkan perjalanan darat menuju Armenia atau Turki, selama kondisi memungkinkan dan dinilai aman. Namun, pemerintah AS menekankan bahwa setiap keputusan untuk bepergian harus didasarkan pada penilaian risiko pribadi.
“Pemerintah AS tidak dapat menjamin keselamatan Anda jika Anda memilih untuk pergi menggunakan opsi tersebut. Anda hanya boleh pergi jika Anda yakin aman untuk melakukannya,” demikian lanjutan pernyataan tersebut.
Peringatan khusus juga ditujukan kepada warga negara ganda Amerika Serikat–Iran. Mereka diingatkan bahwa pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda.
“Warga negara ganda AS-Iran harus meninggalkan Iran dengan paspor Iran. Pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan warga negara ganda AS-Iran hanya sebagai warga negara Iran,” demikian peringatan keamanan tersebut.
Selain itu, pemerintah AS menilai warganya menghadapi risiko tinggi saat berada di Iran, terutama jika diketahui memiliki hubungan dengan Amerika Serikat.
“Warga negara AS berisiko tinggi diinterogasi, ditangkap, dan ditahan di Iran. Menunjukkan paspor AS atau menunjukkan hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan yang cukup bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang,” imbuhnya.
Bagi warga negara AS yang tidak dapat meninggalkan Iran dalam waktu dekat, pemerintah AS menyarankan agar mereka mencari tempat berlindung yang aman dan memastikan ketersediaan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Pemerintah AS juga mengingatkan bahwa hubungan diplomatik langsung dengan Iran tidak tersedia, sehingga bantuan konsuler bersifat terbatas dan dilakukan melalui perantara negara lain. []
Siti Sholehah.
