Begal Payudara Sasar Pelajar, Warga Minta Pelaku Ditangkap

JAKARTA – Warga di kawasan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, diliputi rasa cemas setelah terungkap adanya aksi pelecehan seksual yang menyasar anak di bawah umur. Peristiwa yang dikenal sebagai begal payudara itu terekam kamera pengawas dan diduga dilakukan oleh dua pria yang beraksi berulang kali di lokasi yang sama.

Ketua RT 09 RW 03 Meruya Selatan, Pijai Sapudin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut rekaman CCTV menunjukkan pelaku yang sama melakukan aksi tidak senonoh di sekitar Mushalla Baitul Ghufron, Jalan H Sodon. “Ini kemarin, ada orang yang sama terekam dua kali di CCTV, melakukan begal payudara di depan Mushalla Baitul Ghufron Jalan H Sodon, Meruya Selatan,” kata Pijai.

Aksi tersebut bukan hanya menimbulkan kemarahan warga, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi para korban, terutama karena salah satu korban merupakan anak yang baru pulang sekolah. Pijai menceritakan, korban awalnya enggan mengungkapkan kejadian yang dialaminya. “Warga saya, orang ngontrak, pulang sekolah anaknya nangis, tadinya tak mau cerita, mungkin malu. Baru cerita hari ini, pas ditanya orang tuanya,” ujarnya.

Ia menilai tindakan tersebut sangat berbahaya jika dibiarkan berlarut-larut. “Bahaya ini, pelaku kalau tak ditangkap bisa bikin mental anak terganggu,” lanjutnya. Menurut Pijai, keresahan warga semakin meningkat karena pelaku terindikasi mengincar perempuan dan anak-anak di ruang publik yang seharusnya aman.

Dari hasil penelusuran bersama pengurus RW, rekaman CCTV memperlihatkan dengan cukup jelas wajah pelaku serta kendaraan yang digunakan. Sepeda motor yang ditumpangi kedua pelaku diketahui menggunakan pelat nomor B-4410-BKE. “Wajahnya juga sudah terlihat jelas, semoga polisi bisa segera menangkap,” kata Pijai berharap.

Rekaman CCTV menunjukkan kronologi kejadian secara rinci. Pada peristiwa pertama, Senin (12/01/2026) sekitar pukul 14.53 WIB, dua pria berboncengan sepeda motor terlihat mondar-mandir di Jalan H Sodon, tepat di depan mushalla. Mereka sempat berhenti dan bertanya arah kepada seorang pria pejalan kaki, sebelum akhirnya berputar balik. Tak lama kemudian, keduanya berpapasan dengan seorang pelajar perempuan berseragam putih biru. Pelaku yang dibonceng, mengenakan topi dan masker, melakukan aksi pelecehan saat berpapasan, lalu langsung melarikan diri.

Rekaman lain mengungkap bahwa aksi serupa juga terjadi beberapa hari sebelumnya, Kamis (08/01/2026) sekitar pukul 11.14 WIB. Kali ini, korban adalah seorang perempuan yang sedang mengendarai sepeda di kawasan yang sama. Pelaku mengikuti korban dari belakang sebelum melancarkan aksinya saat menyalip.

Pihak kepolisian memastikan telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan. Kapolsek Kembangan Kompol Moch Taufik membenarkan adanya kejadian tersebut. “Sudah ada koordinasi dengan pihak terkait di daerah itu. Akan segera didalami,” kata Taufik.

Ia menambahkan bahwa polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Unit Reskrim Polsek Kembangan. “Sudah ada olah TKP bersama Unit Reskrim Polsek Kembangan, akan segera diselidiki lebih lanjut,” ujarnya.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan lingkungan dan respons cepat aparat terhadap kejahatan seksual, khususnya yang melibatkan anak. Warga berharap kepolisian segera menangkap pelaku agar rasa aman di lingkungan mereka dapat pulih dan tidak ada korban tambahan yang harus mengalami trauma serupa. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *