Bangun Desa Terpadu, Mendes Gandeng Raffi Ahmad

JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto menegaskan komitmennya untuk mempercepat kemajuan desa melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan tokoh publik. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan program pembangunan desa tidak berjalan secara sektoral, melainkan terintegrasi dan berkelanjutan.

Yandri menyampaikan bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh satu kementerian saja. Menurutnya, setiap program desa memiliki irisan dengan kewenangan lembaga lain, sehingga koordinasi menjadi kunci agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat desa.

“Semuanya kita korelasikan dengan kementerian/lembaga yang relevan dengan program secara langsung yang ada di desa, contoh desa ekspor tuh memang program Kementerian Desa, tetapi yang namanya ekspor perlu izin ekspornya, perlu standar barangnya, kemudian negara tujuan, tentu memang perlu kita Kemendag yang memang punya tupoksi itu, mereka menyambungkan dengan negara tertentu, dengan duta besar,” ujar Yandri saat berbincang dengan detikcom, Selasa (13/01/2026).

Ia menjelaskan bahwa pendekatan kolaboratif tersebut mulai menunjukkan hasil. Di bawah kepemimpinannya, desa-desa di Indonesia mendapatkan ruang lebih luas untuk menampilkan potensi ekonomi dan budaya mereka. Salah satu capaian yang disebut Yandri adalah keikutsertaan desa dalam pameran berskala internasional.

“Alhamdulillah kita baru pertama semenjak Republik ini ada, desa-desa ini ikut ke expo yang di BSD, itu pesertanya ada 189 negara, nah desa ikut. Kemudian kita juga misalkan desa wisata kita (koordinasi) dengan kementerian pariwisata dengan Utusan Khusus Presiden bidang Pariwisata,” ucap Yandri.

Menurut Yandri, kehadiran desa dalam forum internasional bukan sekadar simbol, melainkan langkah strategis untuk membuka akses pasar global, memperkenalkan produk unggulan desa, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Ia menilai desa memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap optimal.

Selain fokus pada penguatan ekonomi desa, Yandri juga memberi perhatian pada peran generasi muda. Ia menilai pemuda desa harus diberi ruang dan dukungan agar menjadi motor penggerak pembangunan di wilayahnya masing-masing. Dalam konteks itu, Kementerian Desa menggulirkan program Pemuda Pelopor Desa dengan melibatkan figur publik.

“Kalau pemuda pelopor desa kita kerja sama dengan Raffi Ahmad, saudara Raffi Ahmad datang, jadi semuanya saya koordinasikan,” ucapnya.

Raffi Ahmad diketahui menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Yandri berharap keterlibatan Raffi dapat menjadi magnet bagi anak muda desa untuk lebih percaya diri, kreatif, dan berani mengembangkan potensi lokal.

Tak hanya itu, Kementerian Desa juga menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional dalam program Desa Bebas Narkoba, serta menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mewujudkan Desa Ramah Ibu dan Anak. Menurut Yandri, pembangunan desa harus menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, sosial, hingga perlindungan kelompok rentan.

“Semuanya kita padukan, jadi kalau kita kolaborasikan sesuatu yang berat tadi insyaallah menjadi ringan, dan pengawalannya itu benar-benar komprehensif, karena kalau di desa itu, kalau kita cuma sekedar pidato tidak ada pemberdayaan dan pendampingan ya program itu akan menguap dan menghilang, tapi kalau kita dampingi insyaallah akan sukses,” pungkasnya. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *