Pezeshkian Berterima Kasih kepada Putin atas Sikap Rusia di PBB

JAKARTA – Hubungan diplomatik antara Iran dan Rusia kembali mengemuka di tengah sorotan internasional menyusul protes yang terjadi di Iran dan pembahasannya dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara langsung menyampaikan apresiasi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas dukungan Moskow terhadap Teheran di forum internasional tersebut.

Ucapan terima kasih itu disampaikan Pezeshkian dalam percakapan melalui sambungan telepon dengan Putin. Komunikasi kedua kepala negara itu berlangsung sehari setelah isu protes di Iran menjadi agenda pembahasan dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Percakapan tersebut mencerminkan eratnya koordinasi politik antara kedua negara, khususnya dalam menghadapi tekanan dan sorotan dari negara-negara Barat.

Dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian menilai Rusia telah menunjukkan sikap yang konsisten dalam mendukung Iran di tengah situasi yang dinilainya penuh intervensi. Pemerintah Iran memandang dukungan Moskow sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menolak apa yang disebut sebagai campur tangan asing terhadap urusan dalam negeri suatu negara berdaulat.

Pezeshkian juga menyinggung keterlibatan pihak luar dalam dinamika domestik Iran. Dalam keterangan resminya, ia menuding adanya peran negara tertentu yang dianggap sengaja memperkeruh keadaan dan memanfaatkan situasi internal Iran untuk kepentingan geopolitik mereka.

“Peran dan keterlibatan langsung Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam peristiwa baru-baru ini di Iran sangat jelas,” kata Pezeshkian, merujuk pada Israel dilansir AFP, Sabtu (17/01/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan posisi resmi Iran yang selama ini menilai bahwa protes dan ketegangan di dalam negeri tidak terlepas dari pengaruh eksternal. Pemerintah Iran secara konsisten menyampaikan narasi bahwa tekanan politik dan diplomatik dari Barat merupakan faktor yang memperburuk stabilitas regional.

Sebelumnya, isu protes di Iran menjadi pembahasan dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang digelar di New York pada Kamis (15/01/2026). Dalam forum tersebut, Rusia secara terbuka menyampaikan pandangannya dan mengkritik sikap Amerika Serikat yang dinilai tidak netral. Duta Besar Rusia untuk PBB bahkan menuding Washington sebagai pihak yang bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan.

Rusia menilai Amerika Serikat telah “memicu ketegangan dan memicu histeria” terkait protes yang terjadi di Iran. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas desakan sejumlah negara Barat yang mendorong PBB untuk mengambil sikap lebih keras terhadap pemerintah Iran.

Sikap Rusia di Dewan Keamanan PBB mencerminkan perbedaan tajam pandangan di antara negara-negara anggota tetap. Di satu sisi, negara-negara Barat menyoroti isu hak asasi manusia dan stabilitas internal Iran, sementara di sisi lain Rusia dan beberapa sekutunya menekankan prinsip non-intervensi dan kedaulatan negara.

Dukungan Rusia terhadap Iran juga dipandang sebagai bagian dari dinamika geopolitik yang lebih luas, di mana kedua negara semakin memperkuat kerja sama strategis di tengah meningkatnya ketegangan global. Hubungan Moskow dan Teheran tidak hanya terbatas pada isu politik, tetapi juga mencakup kerja sama di bidang energi, pertahanan, dan diplomasi multilateral.

Situasi ini menunjukkan bahwa isu domestik suatu negara kerap berkembang menjadi perdebatan internasional ketika melibatkan kepentingan geopolitik global. Pembahasan di Dewan Keamanan PBB mengenai Iran pun mencerminkan bagaimana forum tersebut menjadi arena tarik-menarik kepentingan antara kekuatan besar dunia. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *