Dentuman Keras Guncang Hotel di Kawasan Shahr-e-Naw Kabul
JAKARTA – Ledakan mengguncang sebuah hotel di Kabul, Afganistan, dan menimbulkan kepanikan luas di tengah masyarakat. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah orang meninggal dunia serta banyak korban lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, aparat setempat masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang terjadi di kawasan yang selama ini dikenal relatif aman tersebut.
Ledakan terjadi pada Senin (19/01/2026) di wilayah Shahr-e-Naw, sebuah distrik yang dikenal sebagai kawasan permukiman warga asing dan area dengan tingkat pengamanan tinggi di Kabul. Dentuman keras dari ledakan itu terdengar hingga ke sejumlah titik di sekitarnya, disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung ke udara. Situasi mencekam terekam dalam sejumlah video amatir yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan warga berlarian menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, ledakan terjadi di sebuah hotel yang berada di Jalan Gulfaroshi. Aparat keamanan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan, evakuasi korban, serta mengamankan area sekitar agar tidak menimbulkan korban tambahan. Akses menuju lokasi kejadian pun sempat ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan.
“Sebuah ledakan terjadi di sebuah hotel di Jalan Gulfaroshi di Shahr-e-Naw, distrik keempat kota Kabul, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa,” kata juru bicara kepolisian Kabul, Khalid Zadran.
Ledakan di kawasan Shahr-e-Naw ini menjadi perhatian luas karena wilayah tersebut selama ini dianggap sebagai salah satu daerah paling stabil di ibu kota Afganistan. Banyak hotel, kantor lembaga internasional, serta tempat tinggal warga negara asing berada di kawasan tersebut. Oleh karena itu, insiden ini memunculkan kekhawatiran akan kondisi keamanan di Kabul.
Petugas medis dan tim penyelamat dikerahkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Sejumlah ambulans terlihat hilir mudik membawa korban ke rumah sakit terdekat. Hingga beberapa jam setelah kejadian, aparat masih melakukan penyisiran di sekitar hotel guna memastikan tidak ada korban yang tertinggal serta mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman lanjutan.
Pemerintah Afganistan melalui Kementerian Dalam Negeri menyampaikan bahwa data awal menunjukkan adanya korban jiwa dan korban luka akibat ledakan tersebut. Namun, jumlah pasti korban masih terus diperbarui seiring proses identifikasi dan pendataan di lapangan.
“Menurut laporan awal, sejumlah orang tewas dan terluka,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Abdul Mateen Qani.
Hingga saat ini, penyebab ledakan belum diumumkan secara resmi. Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, meminta keterangan saksi mata, serta menelusuri kemungkinan adanya unsur kesengajaan atau faktor teknis lainnya. Otoritas setempat juga meningkatkan penjagaan di sejumlah titik vital di Kabul sebagai langkah antisipasi.
Insiden ini menambah daftar panjang peristiwa keamanan yang terjadi di Afganistan dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat internasional pun menyoroti kembali kondisi keamanan di negara tersebut, terutama di wilayah perkotaan yang selama ini diharapkan menjadi zona aman bagi aktivitas sipil dan diplomatik.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan aparat keamanan. Pemerintah berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru terkait hasil penyelidikan dan langkah-langkah lanjutan yang diambil untuk menjamin keamanan publik. []
Siti Sholehah.
