Hidup Low Profile, Buron Eropa Bersembunyi di Bali

JAKARTA – Penangkapan buron internasional asal Rumania, Costinel-Cosmin Zuleam, di Bali mengungkap sisi lain dari pelarian pelaku kejahatan lintas negara yang memanfaatkan ruang sosial dan administratif untuk bersembunyi. Selama berada di Indonesia, Cosmin diketahui menjalani kehidupan yang tampak normal dengan menikah siri dengan seorang warga negara Indonesia (WNI), tanpa membuka identitas aslinya sebagai buronan paling dicari di Eropa.

Cosmin, pria berusia 33 tahun, ditangkap di Denpasar, Bali, oleh tim gabungan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui Sekretariat NCB-Interpol Indonesia, bersama jajaran Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar pada Kamis (15/01/2026). Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama internasional dan pemantauan intensif terhadap pergerakan buron lintas negara.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes I Gede Adhi Mulyawarman menjelaskan bahwa Cosmin merupakan tokoh sentral dalam kasus kriminal serius di Rumania. Ia menjadi target prioritas aparat penegak hukum Eropa terkait kasus penyiksaan yang terjadi pada 6 November 2023. Statusnya sebagai buron internasional membuat namanya masuk dalam daftar orang paling dicari di kawasan Eropa.

Selama menetap di Bali, Cosmin disebut menjalani kehidupan secara tertutup dan berusaha keras untuk tidak menarik perhatian. Pola hidup ini dinilai sebagai strategi untuk menghindari pantauan aparat keamanan. Ia memilih tinggal bersama pasangan WNI-nya dan membangun rumah tangga secara siri, yang secara sosial terlihat sebagai kehidupan domestik biasa.

Kepala Bagian Kejahatan Transnasional dan Internasional Ses National Central Bureau (NCB)-Interpol, Kombes Ricky Purnama, mengungkapkan bahwa Cosmin sengaja menerapkan gaya hidup rendah profil agar keberadaannya tidak terendus aparat.

“Yang bersangkutan berusaha untuk tidak terlalu mencolok atau low profile, jadi artinya yang berpenghasilan itu justru pasangannya,” kata Ricky.

Fakta lain yang terungkap, pasangan Cosmin sama sekali tidak mengetahui latar belakang sebenarnya dari pria yang dinikahinya. Ketidaktahuan ini menjadi perhatian tersendiri bagi aparat, mengingat pelarian buron internasional kerap melibatkan pihak-pihak yang tidak sadar telah menjadi bagian dari jaringan persembunyian.

“Pada saat kita tangkap, pasangannya tidak mengetahui bahwa statusnya dalam pelarian,” ujarnya.

Penangkapan Cosmin menegaskan bahwa Indonesia tidak menjadi tempat aman bagi buronan internasional. Aparat kepolisian menekankan komitmen Polri dalam mendukung kerja sama global untuk menangani kejahatan lintas negara, termasuk dengan Interpol dan aparat penegak hukum negara lain.

Kasus ini juga menjadi pengingat akan kompleksitas penanganan kejahatan transnasional, di mana pelaku dapat memanfaatkan hubungan personal dan celah sosial untuk menyamarkan identitas. Di sisi lain, aparat dihadapkan pada tantangan untuk membedakan antara pihak yang terlibat secara sadar dan mereka yang menjadi korban ketidaktahuan.

Saat ini, Cosmin berada dalam proses penanganan hukum lebih lanjut sesuai mekanisme kerja sama internasional. Aparat memastikan seluruh prosedur dilakukan dengan mengedepankan prinsip hukum dan koordinasi lintas negara, termasuk kemungkinan ekstradisi ke negara asalnya.

Keberhasilan penangkapan ini dinilai sebagai bukti efektivitas koordinasi antara Polri dan Interpol dalam memburu buronan kelas internasional, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra aktif dalam penegakan hukum global. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *