Lonjakan Minat Spa, Cassandra Spa Perkuat Layanan Berbasis Wellness
KUTAI KARTANEGARA — Permintaan layanan spa di Tenggarong mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Tren ini dipicu oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat serta kebutuhan relaksasi di tengah rutinitas kerja dan aktivitas harian yang semakin padat. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, jumlah pelaku usaha spa yang memiliki tenaga terapis bersertifikasi resmi masih terbilang terbatas.
Kondisi ini disampaikan Aida Mediana Bachtiar, pengelola Cassandra Spa di Tenggarong. Ia menilai, pertumbuhan industri spa seharusnya diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar layanan yang diberikan benar-benar aman dan profesional.
“Saat ini belum banyak spa di Tenggarong yang memiliki tenaga terapis bersertifikat. Padahal, sertifikasi itu penting untuk menjamin keamanan dan kualitas layanan,” terang Aida Mediana Bachtiar, Rabu, (21/01/2026).
Menurut Aida, sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan bukti kompetensi dan standar profesionalisme yang harus dimiliki pelaku industri spa. Ia menegaskan bahwa spa modern tidak hanya berorientasi pada kecantikan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan promotif dan preventif.
Aida sendiri memiliki latar belakang pendidikan dari Puspita Martha International Beauty School serta Academy ES Vichy France. Dengan bekal pendidikan tersebut, ia berkomitmen menjalankan konsep spa berbasis wellness yang mengedepankan standar, keamanan, dan kualitas layanan.
“Kami memastikan seluruh terapis mengikuti pelatihan dan memiliki kompetensi. Karena spa bukan sekadar perawatan tubuh, tetapi bagian dari kesehatan promotif dan preventif,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan layanan spa mencapai puluhan persen dalam dua tahun terakhir. Pelanggan didominasi kalangan profesional muda dan ibu bekerja yang membutuhkan relaksasi untuk menjaga kebugaran fisik dan mental.
“Banyak pelanggan yang datang bukan hanya untuk memanjakan diri, tetapi untuk meningkatkan imunitas melalui relaksasi, herbal treatment, dan perawatan tubuh yang tepat,” katanya.
Untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang, Cassandra Spa menghadirkan berbagai layanan terpadu. Mulai dari hair care, facial care, body care, massage, lulur, batimung, hingga layanan potong rambut yang ditangani oleh hairdresser perempuan. Selain itu, spa ini juga menggunakan minyak atsiri non-kimia sebagai bagian dari perawatan tradisional yang lebih aman dan alami.
“Kami ingin pelanggan pulang dengan tubuh dan pikiran yang lebih segar. Keamanan, kebersihan, dan kualitas perawatan adalah prioritas kami,” tegas Aida.
Dari sisi ekonomi, keberadaan spa bersertifikat dinilai turut memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Bahan-bahan seperti herbal tradisional, lulur, minyak atsiri, hingga minuman kesehatan sebagian besar dipasok dari UMKM di wilayah Tenggarong.
“Kolaborasi dengan UMKM sangat penting. Kami ingin tumbuh bersama, bukan berjalan sendiri,” tambahnya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, industri spa juga membuka lapangan kerja, khususnya bagi perempuan, baik sebagai terapis maupun hairdresser. Kendati demikian, Aida berharap semakin banyak pelaku spa di Tenggarong yang meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi agar industri ini semakin profesional dan berdaya saing.
Dengan tren permintaan yang terus meningkat serta kebutuhan akan standar kompetensi yang kian mendesak, sektor spa di Tenggarong diproyeksikan akan terus berkembang sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi wellness daerah. []
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Aulia Setyaningrum
