Ditemukan Makanan Berulat, SPPG Randupitu Diingatkan Jaga Quality Control

0-3840x1742-0-0#

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI Kabupaten Probolinggo, Pujo Wisnu angkat bicara terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga berulat dan tidak lengkap ditemukan di dua sekolah di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, yakni SDN Sebaung dan MTs Walisongo Sebaung.

“Akan kami himbau dan ingatkan kembali kepada seluruh Kepala SPPG untuk wajib menjaga kualitas makanan sesuai dengan SOP yang ada, untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bersangkutan juga sudah saya peringatkan perihal quality control dari kejadian tersebut,”ujar Pujo Wisnu melalui sambungan WhatsApp, Kamis (22/1/2026).

Kondisi tersebut terjadi hampir dua hari berturut-turut, pada Selasa dan Rabu, 20–21 Januari 2026. Temuan makanan berulat ini memunculkan tanda tanya besar terhadap sistem quality control serta proses pengolahan makanan yang seharusnya memenuhi standar kebersihan dan keamanan.

Padahal, penyajian menu MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ketat untuk mencegah kontaminasi maupun risiko keracunan makanan. Prinsip utama yang harus diterapkan yakni Fresh, Clean, and Safe (Segar, Bersih, dan Aman).

Kepala SDN Sebaung, Irawan, membenarkan adanya temuan menu berulat serta kekurangan buah dalam paket MBG yang diterima sekolahnya.

“Ya benar, Pak. Kemarin (Selasa,19/1/2026) sudah kami panggil pihak dapur agar lebih memperhatikan proses penyajian dan standar yang harus diterapkan. Kami berharap hal seperti ini tidak terulang lagi karena ini menyangkut kesehatan anak-anak didik, jadi harus benar-benar ketat, terutama kebersihannya,” ujar Irawan melalui sambungan telepon, Rabu (21/1/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh salah seorang guru MTs Walisongo Sebaung. Ia mengungkapkan bahwa salah satu menu MBG yang diterima sekolahnya ditemukan mengandung ulat, sehingga menurunkan selera makan para siswa.

“Benar tadi pagi (Rabu, 21/1/2026) di sekolah kami ada menu yang terdapat ulatnya. Hal ini tentu menurunkan minat makan anak-anak karena merasa tidak nyaman,”ungkapnya.

Pihak guru bahkan menyampaikan ada ompreng yang tidak kebagian buah. “Tolong di cek lagi sebelum taruh di ompreng ada yang tidak kebagian buah”, tulisnya.

Klarifikasi ke dapur SPPG Randupitu mengakui kejadian tersebut,
“Dari awal kami sudah cek namun karena menu begitu banyak jadi mungkin kita kecolongan”, jawab Mahmud Kepala SPPG Randupitu, Kamis (22/1/2026).

“Kita tetap terus evaluasi dan tindakan terkait laporan yang kemarin kita sudah mengganti dengan menu baru, kita mengharap kedepan tidak terjadi demikian lagi”, jelasnya lagi.(rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *