Buruh Tani Bogor Ditemukan Tak Bernyawa di Perkebunan

BOGOR – Peristiwa meninggalnya seorang buruh tani di kawasan Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar. Korban berinisial T (45) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area perkebunan singkong yang selama ini menjadi tempatnya bekerja dan mencari nafkah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu pagi (21/01/2026) dan pertama kali diketahui setelah seorang saksi yang biasa mengantarkan makanan untuk korban tidak menemukan keberadaannya di lokasi. Saksi awalnya datang ke kebun untuk mengantar nasi uduk sebagai sarapan, sebagaimana rutinitas yang kerap dilakukan.

“Ketika sampai di sebuah saung bahwa korban tidak ada di tempat,” kata Kapolsek Rumpin Kompol Suyoko dalam keterangannya, Kamis (22/01/2026).

Karena tidak menemukan korban, saksi tersebut kemudian kembali ke rumah. Namun, situasi berubah beberapa saat kemudian ketika ketua RT setempat menyampaikan kabar mengejutkan. Sekitar pukul 08.15 WIB, korban ditemukan dalam keadaan tergantung di sebuah pohon di area perkebunan singkong miliknya.

“Korban telah meninggal dunia dengan posisi gantung diri di pohon di perkebunan singkong miliknya,” ujar Suyoko.

Mendapatkan informasi tersebut, saksi bersama warga setempat segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban. Setelah itu, peristiwa tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian guna dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Aparat kepolisian dari Polsek Rumpin kemudian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan situasi di lapangan. Pemeriksaan awal dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya unsur tindak pidana atau kekerasan dalam peristiwa tersebut.

“Setelah dilakukan cek TKP (tempat kejadian perkara), kemudian korban dibawa ke Puskesmas Rumpin untuk dilakukan pemeriksaan luar,” tutur Suyoko.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan temuan tersebut, kepolisian menyimpulkan bahwa tidak ditemukan indikasi peristiwa kriminal yang melibatkan pihak lain.

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut dan memutuskan untuk tidak melakukan autopsi lanjutan.

Peristiwa ini menambah daftar kasus kematian yang terjadi di lingkungan kerja informal, khususnya di sektor pertanian yang kerap luput dari perhatian publik. Warga sekitar menyebut korban dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tertutup, meski jarang mengeluhkan masalah pribadi kepada lingkungan sekitarnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitarnya. Jika menemukan tanda-tanda tekanan mental atau perubahan perilaku yang mencolok, warga diminta untuk segera melaporkan atau mengajak yang bersangkutan mencari bantuan profesional.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya akses terhadap layanan kesehatan mental, terutama bagi kelompok pekerja rentan yang menghadapi tekanan ekonomi dan sosial dalam keseharian mereka. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *