Akhiri 78 Tahun Keanggotaan, AS Tinggalkan WHO

JAKARTA – Amerika Serikat secara resmi mengakhiri keanggotaannya di Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), tepat satu tahun setelah Presiden Donald Trump menyampaikan keputusan politik tersebut kepada lembaga kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah ini menutup keterlibatan AS selama hampir delapan dekade dalam organisasi global yang berperan sentral dalam koordinasi penanganan krisis kesehatan internasional.

Penarikan diri ini merupakan tindak lanjut dari pemberitahuan resmi yang disampaikan Trump pada hari pertama masa jabatannya di tahun 2025. Saat itu, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menghentikan keikutsertaan Amerika Serikat dalam WHO. Sesuai dengan ketentuan organisasi, keputusan tersebut baru berlaku penuh setelah melewati masa tunggu selama satu tahun.

Dalam sejumlah pernyataan, Trump menyampaikan alasan penarikan diri berkaitan dengan penilaian pemerintahannya terhadap kinerja WHO. Ia menuding lembaga tersebut gagal dalam menangani pandemi COVID-19 serta krisis kesehatan global lainnya. Trump juga menyoroti beban finansial yang dinilai tidak seimbang bagi Amerika Serikat sebagai negara anggota.

“Hari ini, Amerika Serikat telah menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan membebaskan diri dari berbagai pembatasan yang ada,” bunyi pernyataan bersama Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. yang dipublikasikan pada Kamis (22/01/2026).

Meski demikian, proses penarikan diri AS tidak berlangsung tanpa persoalan. WHO menyebut Amerika Serikat masih memiliki tunggakan iuran keanggotaan yang nilainya melebihi 130 juta dolar AS. Hingga kini, status pembayaran dan mekanisme penyelesaian kewajiban tersebut masih menjadi perbedaan pandangan antara Washington dan pihak WHO.

Seorang juru bicara WHO menyatakan bahwa isu kepergian Amerika Serikat, termasuk dampak administratif dan keuangan yang menyertainya, akan dibahas dalam rapat dewan eksekutif WHO yang dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang. Pertemuan itu diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai konsekuensi jangka pendek dan panjang dari keluarnya negara dengan kontribusi terbesar tersebut.

Dari sisi pemerintah AS, sejumlah pejabat mengakui masih terdapat isu strategis yang belum terselesaikan. Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi hilangnya akses Amerika Serikat terhadap data kesehatan global yang selama ini dikumpulkan dan dibagikan melalui WHO. Data tersebut berfungsi sebagai sistem peringatan dini terhadap munculnya wabah penyakit baru di berbagai belahan dunia.

Sepanjang tahun 2025, para pakar kesehatan global berulang kali memperingatkan bahwa keluarnya AS dari WHO dapat melemahkan kesiapsiagaan dunia dalam menghadapi ancaman kesehatan lintas negara. Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai penyumbang dana terbesar bagi WHO dan berperan penting dalam mendukung program-program kesehatan internasional.

WHO memiliki mandat untuk mengoordinasikan respons global terhadap wabah penyakit menular, seperti mpox, Ebola, dan polio. Selain itu, organisasi ini juga berperan dalam membantu negara-negara berpenghasilan rendah melalui dukungan teknis, distribusi vaksin yang terbatas, serta penyusunan pedoman medis untuk ratusan isu kesehatan, mulai dari kesehatan mental hingga penanganan kanker.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, kembali menyampaikan keprihatinannya atas keputusan Washington tersebut. Ia menilai penarikan diri AS bukan hanya berdampak pada WHO, tetapi juga terhadap stabilitas keamanan kesehatan global secara keseluruhan.

“Saya berharap Amerika Serikat akan mempertimbangkan kembali keputusannya dan bergabung lagi dengan WHO,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus. “Penarikan diri dari WHO merupakan kerugian bagi Amerika Serikat dan juga kerugian bagi seluruh dunia.”

Ke depan, para pengamat menilai absennya Amerika Serikat dari WHO berpotensi mengubah lanskap kerja sama kesehatan internasional, terutama dalam menghadapi ancaman pandemi baru yang bersifat lintas batas dan membutuhkan koordinasi global yang kuat. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *