Bocah Perempuan Ditemukan Menangis di Jalan Raya Narogong
BOGOR – Kepedulian warga dan respons cepat aparat kepolisian berhasil mencegah potensi risiko yang lebih besar setelah seorang bocah perempuan ditemukan sendirian dan menangis di pinggir Jalan Raya Narogong, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Anak tersebut sebelumnya dilaporkan sempat keluar dari rumah dan tidak diketahui keberadaannya oleh pihak keluarga.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (23/01/2026) malam. Sejumlah warga yang melintas di kawasan Jalan Raya Narogong melihat seorang anak perempuan dalam kondisi kebingungan dan menangis di tepi jalan. Menyadari situasi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan anak, warga kemudian berinisiatif mengamankan bocah tersebut dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengatakan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas segera mendatangi lokasi dan melakukan pendekatan secara persuasif kepada anak tersebut untuk mengetahui identitas serta latar belakang kejadian.
“Kepada warga, anak tersebut mengaku ingin diantarkan ke rumah ibunya yang berada di wilayah Desa Cileungsi, belakang pasar,” kata Kapolsek Cileungsi Kompol Edison, Sabtu (24/01/2026).
Dari hasil komunikasi awal, petugas memperoleh informasi bahwa anak tersebut tidak ingin kembali ke rumah ayahnya. Hal ini diduga berkaitan dengan kondisi keluarga yang tidak lagi tinggal bersama. Polisi kemudian menggali keterangan lebih lanjut guna memastikan keselamatan serta hak anak tetap terlindungi.
“Dari hasil komunikasi, diketahui bahwa anak tersebut meminta untuk diantar ke rumah ibunya dan menolak pulang ke rumah ayahnya karena kedua orang tuanya sudah pisah rumah,” tuturnya.
Informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk menelusuri keberadaan keluarga terdekat anak tersebut. Polisi berkoordinasi dengan warga sekitar serta aparat desa guna memastikan identitas dan alamat keluarga bocah perempuan itu. Upaya pencarian dilakukan secara cepat mengingat anak tersebut telah berada di luar rumah sejak sore hari.
Setelah dilakukan penelusuran, polisi akhirnya menemukan keluarga anak tersebut. Bocah itu kemudian diantarkan ke rumah neneknya, yang masih berada di wilayah Cileungsi. Pihak keluarga pun memastikan bahwa anak tersebut memang sedang dalam pencarian setelah tidak ditemukan di rumah sejak sore.
“Setibanya di lokasi, nenek anak tersebut membenarkan bahwa cucunya memang diduga hilang dan sedang dicari oleh pihak keluarga,” ungkap Edison.
Dengan selesainya proses penyerahan anak kepada keluarga, polisi memastikan bahwa kondisi bocah tersebut dalam keadaan aman. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun perlakuan yang membahayakan selama anak berada di luar rumah.
Kapolsek Cileungsi menekankan bahwa keberhasilan pengembalian anak tersebut tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang peduli dan sigap melaporkan kejadian yang mencurigakan, khususnya yang melibatkan anak-anak.
“Melalui langkah cepat tersebut, Polri berhasil mengembalikan anak ke pangkuan keluarganya berkat kerja sama yang baik dengan masyarakat yang peduli dan sigap melaporkan kejadian tersebut,” pungkasnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau orang tua dan keluarga untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama di tengah kondisi keluarga yang sedang mengalami perubahan. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak ragu melapor kepada aparat apabila menemukan anak yang berada sendirian di tempat umum demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. []
Siti Sholehah.
