Tujuh Bangkai Anjing Ditemukan dalam Mobil Tanpa Pengemudi di Minahasa
MINAHASA – Penemuan sebuah mobil tanpa pengemudi yang memuat tujuh bangkai anjing mengejutkan warga Desa Passo, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu pagi ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik pencurian anjing yang kembali meresahkan masyarakat setempat.
Kendaraan mencurigakan tersebut pertama kali menarik perhatian warga karena terparkir tanpa pengemudi sejak pagi hari. Kecurigaan semakin menguat setelah warga mendapati isi mobil yang tidak lazim, yakni tujuh bangkai anjing yang disimpan di dalam kendaraan. Temuan itu segera dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Kapolsek Kakas, Ipda Fegy Lumantouw, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa informasi awal diterima aparat kepolisian dari seorang warga setempat.
“Kejadian bermula sekitar pukul 06.30 Wita, ketika anggota Polsek Kakas menerima laporan dari seorang warga Desa Passo bernama Denly Ilato,” ucap Kapolsek Kakas, Ipda Fegy Lumantouw kepada wartawan, Sabtu (24/01/2025).
Menindaklanjuti laporan itu, petugas Polsek Kakas segera menuju lokasi kejadian untuk memastikan kondisi di lapangan. Mobil tersebut diketahui bermerek Toyota Avanza berwarna biru dengan nomor polisi DB 1022 CD. Polisi menduga kendaraan itu digunakan untuk mengangkut hasil curian, meskipun pemilik maupun pengemudinya tidak ditemukan di lokasi.
Dalam proses pengamanan, aparat kepolisian bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk menghindari potensi gangguan keamanan. Langkah ini diambil mengingat situasi sempat menyita perhatian warga dan memicu kerumunan.
“Proses pengamanan dilakukan dengan dibantu oleh masyarakat setempat guna memastikan situasi tetap kondusif,” sebut Kapolsek.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, mobil beserta tujuh bangkai anjing tersebut langsung dibawa ke Polsek Kakas untuk dijadikan barang bukti. Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk warga yang pertama kali menemukan kendaraan tersebut.
Kasus ini menambah daftar dugaan pencurian anjing di wilayah Minahasa yang kerap dikeluhkan warga. Selain merugikan pemilik hewan, praktik tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan lingkungan dan potensi pelanggaran hukum lainnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Polisi juga menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk menelusuri identitas pemilik kendaraan serta jaringan yang diduga terlibat dalam pencurian hewan. []
Siti Sholehah.
