Xi Jinping Pecat Jenderal Senior, Pembersihan Militer China Berlanjut

BEIJING – Kepemimpinan militer China kembali diguncang langkah tegas Presiden Xi Jinping. Seorang jenderal senior yang selama bertahun-tahun berada di lingkaran terdekat kekuasaan, Zhang Youxia, resmi dicopot dari jabatannya dan kini tengah menjalani penyelidikan oleh otoritas penegak hukum. Langkah ini menegaskan keseriusan Xi dalam merombak struktur militer dan menindak dugaan pelanggaran serius di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Zhang Youxia, jenderal berusia 75 tahun yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua peringkat pertama Komisi Militer Pusat China, dilaporkan tengah diselidiki atas dugaan korupsi berat. Lebih jauh, laporan media internasional menyebutkan bahwa Zhang juga dituding membocorkan rahasia strategis negara kepada pihak asing, termasuk dugaan keterkaitannya dengan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA).

Sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) dan dikutip New York Post pada Senin (26/01/2026), Zhang diduga menyerahkan data teknis inti terkait senjata nuklir China kepada Amerika Serikat. Tuduhan tersebut, meski belum dikonfirmasi secara terbuka oleh pemerintah China, menjadi sorotan internasional karena menyangkut keamanan nasional dan stabilitas strategis Beijing.

Secara resmi, Zhang ditempatkan di bawah penyelidikan pada Sabtu (24/01/2026) waktu setempat. Media pemerintah China menyebut penyelidikan ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran disiplin berat dan pelanggaran hukum serius. Kementerian Pertahanan China, sebagaimana dilansir Reuters, tidak merinci tuduhan tersebut, namun menegaskan bahwa proses hukum sedang berjalan.

Selain Zhang, Jenderal Liu Zhenli yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat juga turut dipecat. Media negara China menuduh keduanya telah “mengancam kepemimpinan absolut Partai Komunis” serta “merusak sistem tanggung jawab tertinggi” yang berada di bawah kendali Xi Jinping.

Zhang bukan sosok sembarangan dalam struktur kekuasaan China. Ia merupakan anggota Politbiro Partai Komunis China, badan eksekutif elite yang beranggotakan 24 pejabat paling berpengaruh di negara tersebut. Hubungan personal Zhang dengan Xi juga dikenal erat, mengingat keduanya memiliki latar belakang keluarga yang telah terhubung sejak masa Perang Sipil China.

Namun, kedekatan tersebut tidak menghalangi Xi untuk mengambil langkah drastis. Bahkan, Xi dilaporkan mengirim satuan tugas khusus ke Shenyang, wilayah penugasan Zhang sebelumnya. Menurut laporan WSJ, tim tersebut memilih menginap di hotel lokal alih-alih di fasilitas militer karena kekhawatiran adanya jaringan loyalis Zhang di pangkalan militer setempat.

Selain tudingan kebocoran rahasia nuklir, Zhang juga dituduh membentuk faksi internal yang berpotensi menggerogoti persatuan Partai Komunis China. Ia bahkan disebut menerima suap dalam proses promosi jabatan, termasuk saat mengangkat Li Shangfu ke posisi Menteri Pertahanan China.

Pemecatan Zhang dan Liu menjadikan keduanya sebagai pejabat militer senior keempat dan kelima yang disingkirkan sejak 2024. Langkah ini juga terjadi di tengah kekacauan internal Pasukan Roket PLA, unit strategis yang mengelola persenjataan nuklir China.

Pengamat menilai pemecatan Zhang sebagai perombakan militer terbesar di China sejak 1971, ketika Lin Biao, Wakil Ketua Partai Komunis saat itu, dituding mencoba melakukan kudeta terhadap Mao Zedong. Langkah Xi kali ini dinilai akan berdampak besar terhadap konsolidasi kekuasaan dan arah kebijakan pertahanan China ke depan. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *