Pria 19 Tahun Ditemukan Tewas Mengambang di Kalijodo
JAKARTA – Penemuan jasad seorang pria di aliran Kali Cagak, kawasan Kalijodo, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengakhiri pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan hilang setelah diduga hanyut di Kali Ciliwung. Korban diketahui berinisial EF alias O (19), warga Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Minggu (25/01/2026).
Jasad korban pertama kali ditemukan warga pada Senin (26/01/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, sejumlah warga yang melintas di sekitar Kali Cagak melihat sesosok tubuh mengambang di permukaan air dan segera melaporkannya kepada pihak berwajib.
Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Sampson Sosa Hutapea menjelaskan bahwa laporan awal diterima oleh petugas kepolisian setempat yang langsung menindaklanjuti informasi dari masyarakat.
“Ketika Aiptu Purnomo selaku Kapospol Teluk Intan mendapati informasi dari masyarakat bahwa terdapat sesosok mayat yang mengambang di Kali Cagak. Setelah mendapati informasi tersebut, Aiptu Purnomo langsung meneruskan laporan kepada Piket Fungsi Polsek Metro Penjaringan,” ujar Sampson saat dikonfirmasi, Senin (26/01/2026).
Setelah menerima laporan tersebut, petugas kepolisian bersama tim terkait segera mendatangi lokasi penemuan untuk melakukan pengecekan awal. Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang tanpa identitas diri. Namun, tak lama setelah proses evakuasi, polisi menerima informasi adanya laporan orang hilang dari pihak keluarga korban.
Berdasarkan keterangan kepolisian, keluarga EF sebelumnya telah melaporkan bahwa korban diduga hanyut terbawa arus Kali Ciliwung pada Minggu (25/01/2026). Insiden tersebut terjadi di kawasan Gang Ambon, Kampung Melayu, Jakarta Timur, saat debit air sungai meningkat.
“Pada tanggal 25 Januari 2026, korban terbawa arus sedang dari Kali Ciliwung, Gang Ambon, Kampung Melayu. Keluarga korban melakukan pencarian saat diketahui hilang terbawa arus sedang pada hari pertama di tanggal 25 Januari 2026 bersama BPBD DKI Jakarta belum ada hasil,” jelas Sampson.
Upaya pencarian telah dilakukan sejak hari pertama korban dinyatakan hilang. Tim gabungan dari keluarga, warga setempat, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyusuri aliran sungai, namun belum membuahkan hasil hingga malam hari.
Memasuki hari kedua pencarian, keluarga korban menerima informasi terkait penemuan jasad di Kali Cagak, Jakarta Utara. Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setelah jasad dievakuasi dari lokasi penemuan.
“Sementara pencarian di hari kedua pada tanggal 26 Januari 2026, diketemukan informasi adanya penemuan mayat di Kali Cagak. Setelah dievakuasi dan dikonfirmasi dengan pihak keluarga, bahwa benar mayat di Kali Cagak adalah jenazah korban yang hanyut di Kali Ciliwung Gang Ambon Kampung Melayu pada tanggal 25 Januari 2026 atas nama EF,” imbuh dia.
Setelah proses identifikasi selesai dan dipastikan identitas korban, jasad EF kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Penyerahan dilakukan oleh kepolisian bersama tim BPBD DKI Jakarta untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di sekitar bantaran sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu dan debit air meningkat. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian serta pengawasan terhadap aktivitas di sekitar aliran sungai demi mencegah peristiwa serupa terulang. []
Siti Sholehah.
