Kecelakaan Mobil MBG di Tangerang, Empat Pemotor Dilarikan ke Rumah Sakit
JAKARTA – Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil pengangkut program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di wilayah Sepatan, Kabupaten Tangerang, pada Senin pagi (26/01/2026). Insiden tersebut mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan dalam operasional kendaraan layanan publik.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.53 WIB di Jalan Raya Sepatan–Pakuhaji, tepatnya di depan Kantor SPPG Sarakan. Mobil Daihatsu GranMax bernomor polisi B-2948-POK yang digunakan untuk mendukung distribusi MBG awalnya dalam kondisi berhenti dan tengah dipanaskan mesinnya oleh kernet bernama Bagas Arasid.
Kasi Humas Polres Metro Tangerang AKP Prapto menjelaskan bahwa kejadian bermula saat kernet hendak memindahkan posisi kendaraan. Namun, dalam proses tersebut terjadi kesalahan teknis yang berujung pada kecelakaan.
“Pada saat memanaskan mesin kendaraan di depan Kantor SPPG Sarakan di Jalan Raya Sepatan Pakuhaji, kemudian hendak memindahkan posisi kendaraan lalu memasukkan gigi/transmisi kendaraan,” kata Kasi Humas Polres Metro Tangerang, AKP Prapto, saat dihubungi, Senin (26/01/2026).
Menurut Prapto, posisi duduk kernet yang terlalu ke belakang menjadi faktor pemicu kendaraan melaju tanpa kendali saat hendak mengatur jok.
“Tetapi posisi duduk terlalu ke belakang sehingga saat mengatur posisi kursi/jok, kaki kiri terlepas dari pedal sehingga mengakibatkan kendaraan melaju ke depan,” lanjutnya.
Mobil pengangkut MBG tersebut kemudian melaju ke arah depan dan menabrak dua sepeda motor yang melintas di jalur tersebut. Sepeda motor pertama dikendarai oleh Samsudin yang berboncengan dengan Salsabila. Sementara sepeda motor kedua dikendarai oleh Yuda Ariayanto yang membonceng Lili.
“Kedua sepeda motor melaju darai arah Pakuhaji menuju ke arah Sepatan. Maka terjadilah kecelakaan lalu lintas,” ujar Prapto.
Akibat tabrakan tersebut, keempat pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang bervariasi. Seluruh korban segera dievakuasi ke RSUD Pakuhaji untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum merinci kondisi terkini para korban, namun dipastikan seluruhnya dalam perawatan tenaga kesehatan.
Insiden ini menjadi sorotan karena melibatkan kendaraan operasional program sosial yang bertujuan melayani kebutuhan masyarakat. Meski tidak terjadi korban jiwa, peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran publik terkait penerapan prosedur keselamatan, khususnya dalam pengoperasian kendaraan saat berada di area publik dan lalu lintas aktif.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Evaluasi terhadap aspek teknis kendaraan dan kelalaian manusia juga menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Polisi mengimbau seluruh pengemudi maupun petugas kendaraan operasional untuk lebih berhati-hati, terutama saat menyalakan dan memindahkan kendaraan di ruang terbuka. Kesalahan kecil dalam pengendalian kendaraan, meski dalam kondisi berhenti, dapat berujung pada kecelakaan yang membahayakan pengguna jalan lain.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak agar aspek keselamatan kerja dan keselamatan berlalu lintas tetap menjadi prioritas utama, terutama dalam kegiatan yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik. []
Siti Sholehah.
