Video Viral Kades Todong Senjata, Polisi Lakukan Penyelidikan

Oplus_16908288

JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan Kepala Desa Pulo Liman, Kecamatan Dolok Sigampulon, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, berinisial ADR, diduga menodongkan benda menyerupai senjata api kepada seorang warga, menjadi perbincangan luas di media sosial. Peristiwa tersebut kini tengah ditangani oleh kepolisian untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu Bontor D Sitorus, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Minggu (25/01/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Kejadian bermula dari aktivitas pemanenan buah kelapa sawit di lahan yang diketahui masih dalam status sengketa.

“Peristiwa itu terjadi ketika PS sedang memanen buah kelapa sawit atas suruhan keluarga kepala desa,” kata Bontor kepada wartawan, dilansir detikSumut, Senin (26/01/2026).

Menurut keterangan kepolisian, PS yang tengah memanen sawit kemudian didatangi seorang warga berinisial HAR alias BR. Warga tersebut melarang kegiatan pemanenan dengan alasan lahan tersebut masih menjadi objek sengketa kepemilikan. Dalam situasi tersebut, HAR alias BR diduga membawa dan menodongkan senjata berupa senapan angin.

Situasi yang memanas itu membuat PS merasa terancam. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada ADR selaku Kepala Desa Pulo Liman. Mendapat laporan dari warganya, ADR lantas mendatangi lokasi kejadian untuk mengetahui secara langsung apa yang terjadi di lapangan.

Setibanya di lokasi, terjadi adu argumen antara ADR dan HAR alias BR. Kepala desa melihat warga tersebut masih memegang senapan angin. Dalam kondisi emosi yang meningkat, ADR diduga melontarkan pernyataan bernada menantang.

“Kepala Desa Pulo Liman datang ke lokasi. Setelah tiba, ia melihat HAR alias BR memegang senapan angin. Kepala desa lalu berkata, ‘Kalau memang main senjata, kita oke,'” ucap Bontor.

Percekcokan tersebut kemudian semakin memanas. Diduga tidak terima melihat warganya diancam menggunakan senjata, ADR lantas mengeluarkan benda yang disebut sebagai air gun dari pinggangnya. Aksi itulah yang kemudian terekam dan viral di media sosial, hingga menimbulkan reaksi keras dari publik.

“Setelah itu, Kepala Desa Pulo Liman mengeluarkan air gun dari pinggangnya. HAR alias BR kemudian melarikan diri sambil membawa senapan anginnya,” ujarnya.

Usai kejadian itu, situasi di lokasi berangsur kondusif. Tidak ada laporan korban luka dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kepolisian menilai insiden ini sebagai persoalan serius karena melibatkan dugaan penggunaan senjata dalam konflik antarwarga.

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti terkait. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan status kepemilikan senjata yang digunakan serta menilai unsur pidana yang mungkin timbul dari tindakan para pihak yang terlibat.

Kasus ini sekaligus menjadi sorotan publik karena melibatkan seorang pejabat desa yang seharusnya berperan sebagai penengah dalam konflik warga. Kepolisian mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak menyelesaikan persoalan, khususnya sengketa lahan, dengan cara-cara yang berpotensi memicu kekerasan.

Aparat juga mengingatkan bahwa setiap bentuk ancaman menggunakan senjata, baik senjata api maupun senjata angin, dapat berujung pada proses hukum. Masyarakat diharapkan menempuh jalur hukum dan musyawarah untuk menyelesaikan konflik demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *