Korban Tak Bisa Berenang, Lansia Hilang Terseret Arus Sungai Ciujung
LEBAK – Upaya pencarian terhadap seorang pria lanjut usia bernama Ikna (70) masih terus dilakukan setelah ia dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Ciujung, Desa Cigoong Selatan, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (26/01/2026) sore dan hingga kini korban belum ditemukan.
Insiden bermula ketika korban diduga hendak menyeberangi Sungai Ciujung dengan cara yang tidak lazim. Korban menggunakan batang pohon pisang sebagai alat bantu untuk melintas. Namun, upaya tersebut berujung petaka ketika batang pisang yang digunakan tidak mampu menopang tubuh korban di tengah arus sungai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa kejadian itu berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan laporan awal yang diterima pihaknya, korban terseret arus setelah alat bantu yang digunakannya terlepas.
“Saat itu, korban berusaha menyeberangi Sungai Ciujung dengan menggunakan batang pisang sebagai alat bantu. Namun nahas, batang pisang tersebut terlepas, sementara korban diketahui tidak bisa berenang, sehingga terseret arus sungai dan tenggelam,” kata Al Amrad, Selasa (27/01/2026).
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, derasnya arus Sungai Ciujung membuat korban dengan cepat menghilang. Sungai tersebut diketahui memiliki karakter arus yang cukup kuat, terutama saat debit air meningkat akibat cuaca dan kondisi alam sekitar.
Peristiwa tenggelamnya korban kemudian dilaporkan oleh Kepala Desa Cigoong Selatan kepada pihak berwenang. Setelah menerima laporan, Basarnas Banten langsung mengerahkan Tim SAR ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian.
“Hingga laporan diterima, korban belum ditemukan,” ucap Al Amrad.
Dalam proses pencarian, Tim SAR melakukan penyisiran di sejumlah titik sepanjang aliran sungai. Perahu karet serta peralatan pendukung lainnya dikerahkan guna memudahkan proses evakuasi apabila korban ditemukan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan aparat setempat dan masyarakat untuk memperluas area pencarian.
Basarnas menyebutkan bahwa kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pencarian. Meski demikian, tim tetap berupaya maksimal agar korban dapat segera ditemukan.
“Hingga saat ini, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dan upaya pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR di lapangan,” kata Al Amrad.
Pihak Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar bantaran sungai, agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas. Menyeberangi sungai tanpa sarana yang memadai dinilai sangat berisiko, terlebih bagi warga lanjut usia dan yang tidak memiliki kemampuan berenang.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya akses penyeberangan yang aman bagi masyarakat pedesaan. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan fasilitas keselamatan guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. []
Siti Sholehah.
