Merokok Sambil Bawa Bayi, Pemotor Terlibat Cekcok di Jalan Raya

JAKARTA – Aksi arogan pengendara sepeda motor yang merokok sambil berkendara di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Peristiwa tersebut memicu perdebatan di ruang publik karena pengendara tersebut tidak hanya merokok di jalan, tetapi juga membawa seorang bayi tanpa perlindungan keselamatan yang memadai.

Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat sepasang pengendara motor, laki-laki dan perempuan, melaju di jalanan tanpa menggunakan helm. Keduanya tampak bergantian merokok, sementara seorang bayi digendong di bagian depan tubuh salah satu dari mereka. Kondisi ini kemudian memancing teguran dari pengendara motor lain yang berada di belakang mereka.

Penegur menilai tindakan merokok di atas kendaraan bermotor berbahaya, tidak hanya bagi pengendara itu sendiri, tetapi juga bagi pengguna jalan lain. Ia menyebut abu dan bara rokok berpotensi mengenai orang lain dan memicu kecelakaan.

“Kalau di motor jangan merokok, dong,” kata penegur dalam video tersebut.

Namun, teguran tersebut tidak direspons secara kooperatif. Pengendara yang merokok justru mempertanyakan alasan larangan tersebut.

“Kenapa?” jawab pemotor yang merokok.

Penegur kemudian menjelaskan risiko yang ditimbulkan dari rokok yang menyala saat berkendara.

“Kena abunya kena orang, baranya kena orang,” ujar penegur.

Situasi semakin memanas ketika penegur menyiramkan air ke arah rokok yang dipegang pengendara tersebut dengan maksud memadamkan api. Tindakan itu memicu kemarahan. Pengendara yang merokok langsung mengejar penegur, terlibat adu mulut, hingga melayangkan pukulan ke arah kepala penegur.

Dalam perdebatan lanjutan, penegur kembali menyoroti keberadaan bayi yang dibawa saat merokok.

“Gue bilang matiin. Lu bawa anak bayi nggak boleh ngerokok dong,” ujar penegur.

Ancaman verbal pun dilontarkan oleh pemotor yang merokok dengan nada emosional.

“Gue anak sini n****, a*** lu, mau gue matiin lo sini. Lu anak mana sih,” ujar pemotor tersebut.

Viralnya video ini menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan pengendara tersebut karena dinilai mengabaikan keselamatan anak, melanggar aturan lalu lintas, serta menunjukkan perilaku kekerasan di ruang publik. Tidak sedikit pula yang menyoroti rendahnya kesadaran keselamatan berkendara, termasuk penggunaan helm dan larangan membawa anak tanpa pengaman.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan pihak kepolisian telah mengambil langkah awal dengan memanggil pengendara motor yang merokok untuk dimintai keterangan.

“Iya, pelaku sudah diminta keterangan,” kata Gomos saat dihubungi, Selasa (27/01/2026).

Meski demikian, polisi belum membeberkan secara rinci duduk perkara insiden tersebut. Pemeriksaan masih terus dilakukan untuk mengetahui pemicu utama terjadinya cekcok dan tindakan kekerasan.

“Masih dimintai keterangannya. Kita kan juga perlu tahu apakah penyebabnya emosi,” ujarnya.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya etika berkendara di jalan raya, termasuk menjaga keselamatan penumpang, menghormati pengguna jalan lain, serta mengendalikan emosi. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan di jalan dengan tindakan kekerasan dan tetap mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *