Menuju Pra Porprov, Sirkuit Balap Paser Masuk Tahap Uji Kelayakan
PASER — Keberadaan sirkuit balap motor yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mulai diuji fungsinya sebagai fasilitas pembinaan atlet balap motor daerah. Menjelang pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Cup dan Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) Kalimantan Timur, lintasan tersebut telah dimanfaatkan untuk latihan sekaligus uji kelayakan oleh Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Paser.
IMI Paser telah mengantongi izin penggunaan sirkuit untuk kegiatan uji lintasan dan seleksi atlet Pra Porprov. Meski dinilai layak secara teknis, sejumlah aspek keselamatan dan fasilitas pendukung masih menjadi perhatian serius sebelum sirkuit benar-benar digunakan dalam kompetisi resmi berskala besar.
Sekretaris IMI Kabupaten Paser, Zulkifli Kaharuddin, menyebutkan bahwa secara umum lintasan sirkuit sudah memenuhi standar untuk pelaksanaan lomba. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa titik yang memerlukan peningkatan dari sisi keamanan.
“Secara kondisi lintasan, sirkuit ini sudah layak dipakai untuk perlombaan. Hanya saja, di beberapa bagian masih perlu ditambah aspek safety,” ujar Zulkifli Kaharuddin yang akrab disapa Zulkahar, Senin (13/10/2025).
Selain persoalan lintasan, pengaturan penonton juga dinilai belum maksimal. Hal tersebut disebabkan fasilitas pendukung yang masih dalam tahap pengerjaan, sehingga IMI belum memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan area sirkuit.
“Untuk pengendalian penonton memang belum optimal karena proses pembangunan masih berjalan, jadi kami belum sepenuhnya bisa mengatur,” katanya.
IMI Kabupaten Paser telah mengajukan izin pengelolaan sirkuit kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Paser guna mendukung pelaksanaan Pra Porprov dan Kejurnas Motoprix Cup yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2025. Sirkuit direncanakan dibuka secara terbatas pada akhir pekan, pukul 10.00 hingga 18.00 Wita, khusus untuk latihan atlet.
“Pada tanggal 22 sampai 23 nanti kami gelar free play test. Jenis motor yang turun latihan juga sudah kami jadwalkan,” jelasnya.
Saat ini, tingkat kesiapan sirkuit diklaim telah mencapai sekitar 90 persen. Sejumlah pekerjaan lanjutan masih dikebut, seperti pembangunan bangunan official, perbaikan area penahan tanah yang mengalami longsor, serta pembenahan akses jalan masuk. IMI juga mengusulkan pembangunan pagar keliling dan pemasangan ban pengaman di beberapa titik rawan.
“Untuk keamanan lintasan, kami akan lengkapi dengan ban-ban pengaman sebagai antisipasi jika terjadi kecelakaan,” tutup Zulkahar.
Keberadaan sirkuit ini diharapkan tidak hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan atlet balap motor Paser agar mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. []
Red04
