Seskab Teddy dan Gubernur Aceh Bahas Progres Rehabilitasi Wilayah Terdampak

JAKARTA – Pemerintah pusat terus memantau secara intensif perkembangan pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pertemuan antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem. Pertemuan berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet dan difokuskan pada evaluasi serta percepatan rehabilitasi pascabencana di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

Pertemuan yang berlangsung menjelang dini hari itu membahas perkembangan konkret di lapangan, khususnya menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan keberlanjutan pembangunan pascabencana. Pemerintah pusat menaruh perhatian pada upaya pemulihan yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berorientasi jangka panjang demi meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana di masa depan.

Dalam pertemuan tersebut, Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pembangunan hunian bagi warga terdampak telah menunjukkan kemajuan signifikan. Ribuan unit rumah telah selesai dibangun dan siap dihuni, sementara sebagian warga memilih mempertahankan rumah lama mereka yang telah diperbaiki sesuai standar keamanan.

“Termasuk kemajuan pembangunan rumah hunian yang sudah jadi hampir 4.000 unit khusus di Aceh, selain dari perbaikan rumah yang masih tetap ingin ditinggali warga,” ujar Teddy, Kamis (29/01/2025).

Selain sektor perumahan, pembahasan juga menyentuh aspek pengelolaan anggaran daerah yang menjadi tulang punggung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah pusat memastikan bahwa anggaran yang telah mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

“Selanjutnya pembahasan terkait peruntukan pencairan anggaran daerah yang telah disetujui Bapak Presiden Prabowo, serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur umum yang berangsur pulih,” ujarnya.

Infrastruktur publik menjadi perhatian utama dalam agenda pemulihan, mengingat fasilitas jalan, jembatan, serta sarana pelayanan dasar memiliki peran vital dalam menggerakkan kembali aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Pemerintah daerah Aceh juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar proses pemulihan berjalan selaras dengan kebijakan nasional.

Pertemuan tersebut mencerminkan pendekatan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani dampak bencana. Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, diskusi juga menyentuh aspek keberlanjutan, termasuk perencanaan tata ruang yang lebih adaptif serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Di hari yang sama, Sekretaris Kabinet juga menerima kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Dalam pertemuan terpisah tersebut, dibahas berbagai agenda pembangunan infrastruktur strategis di Jawa Timur, terutama di Surabaya. Pembahasan turut menyinggung pelaksanaan program-program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Program strategis tersebut meliputi Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, Swasembada Pangan, serta Program Makan Bergizi Gratis. Keseluruhan program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di daerah.

Melalui rangkaian pertemuan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan pemulihan pascabencana dan pembangunan nasional berjalan beriringan. Koordinasi lintas sektor dan kesinambungan kebijakan dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *