Sempat Tembus Rp3 Juta, Harga Emas Antam Melemah dalam Sepekan

JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami koreksi setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Dalam sepekan terakhir, harga emas 24 karat tercatat melemah meskipun sebelumnya berhasil menembus level psikologis Rp3 juta per gram.

Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, pergerakan harga emas Antam dalam sepekan terakhir menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal pekan, Senin (26/01/2026), harga emas berada di level Rp2.917.000 per gram. Tren penguatan kemudian berlanjut hingga Kamis (29/01/2026), ketika harga emas melonjak tajam dan mencetak rekor baru di level Rp3.168.000 per gram, tertinggi sepanjang masa.

Pencapaian tersebut menandai momentum penting bagi pasar emas domestik, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Sehari setelah mencetak rekor, harga emas Antam mulai mengalami tekanan.

Pada Jumat (30/01/2026), harga emas tercatat turun sebesar 1,52% menjadi Rp3.120.000 per gram. Pelemahan berlanjut lebih dalam pada Sabtu (31/01/2026), ketika harga emas turun signifikan sebesar Rp260.000 per gram ke posisi Rp2.860.000 per gram. Koreksi tajam tersebut menghapus sebagian besar kenaikan yang terjadi pada pertengahan pekan.

Secara akumulatif, pergerakan harga emas Antam selama sepekan terakhir menunjukkan penurunan sebesar Rp57.000 per gram atau sekitar 1,95%. Dengan demikian, meskipun sempat menyentuh rekor tertinggi, harga emas tetap ditutup lebih rendah dibandingkan posisi awal pekan.

Meski demikian, jika dilihat dalam perspektif jangka menengah, kinerja harga emas masih menunjukkan tren positif. Dalam periode satu bulan terakhir, harga emas Antam tercatat mengalami kenaikan signifikan dari level Rp2.488.000 per gram. Hal ini mencerminkan sentimen positif pasar terhadap emas sebagai instrumen investasi yang relatif aman di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, dalam rentang waktu tiga bulan terakhir, harga emas juga masih bergerak menguat. Dari posisi sekitar Rp2.290.000 per gram, harga emas kini berada jauh di atas level tersebut, meskipun mengalami koreksi jangka pendek. Kenaikan ini menunjukkan bahwa secara fundamental, permintaan terhadap emas masih cukup kuat.

Fluktuasi harga emas dalam beberapa hari terakhir mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pergerakan harga emas global, nilai tukar rupiah, hingga aksi ambil untung (profit taking) oleh investor setelah harga mencapai titik tertinggi.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati pergerakan harga secara cermat dan mempertimbangkan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing, mengingat volatilitas harga emas masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *