Asrama Masih Wacana, BLK Paser Hadapi Masalah Lama
PASER — Program pelatihan kerja yang digelar Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Paser masih menyisakan persoalan mendasar. Hingga kini, BLK Paser belum memiliki asrama atau mess untuk menampung peserta yang datang dari luar Kecamatan Tanah Grogot.
Padahal, peserta pelatihan berasal dari hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Paser. Kondisi ini membuat sebagian peserta harus menempuh perjalanan jauh setiap hari atau mencari tempat tinggal sementara dengan biaya sendiri selama mengikuti pelatihan yang berlangsung beberapa hari.
Kepala UPTD BLK Paser Decy Mutia Suhartini mengungkapkan, keterbatasan fasilitas hunian menjadi salah satu kendala yang kerap dikeluhkan peserta.
“Peserta kami tidak hanya berasal dari sekitar lokasi BLK. Banyak yang datang dari kecamatan dengan jarak tempuh cukup jauh, sementara fasilitas menginap belum tersedia,” ujarnya, Rabu (03/12/2025).
Menurut Decy, ketiadaan asrama berpotensi memengaruhi konsentrasi dan keberlangsungan pelatihan, terutama bagi peserta dengan kemampuan ekonomi terbatas. Ia menilai, penyediaan hunian sementara bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian penting dari dukungan pelatihan kerja.
“Mereka harus fokus mengikuti pelatihan, tetapi di sisi lain juga memikirkan biaya dan jarak. Apalagi peserta tidak mendapatkan uang penginapan selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.
Pihak BLK Paser, lanjut Decy, telah berulang kali mengajukan usulan pembangunan asrama dalam pembahasan anggaran daerah. Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum memperoleh kepastian realisasi.
“Usulan sudah beberapa kali kami sampaikan. Kami berharap ke depan pembangunan asrama bisa menjadi prioritas,” katanya.
Dari sisi ketersediaan lahan, kawasan BLK Paser yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa KM 5, Kecamatan Tanah Grogot, dinilai masih sangat memungkinkan untuk pengembangan. Terdapat area kosong yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan asrama apabila dukungan anggaran diberikan.
Decy menyebut, pemerintah daerah berencana mengalokasikan anggaran pada tahun depan untuk pembangunan siring dan pagar kantor sebagai tahap awal penataan kawasan BLK.
“Kalau penataan dasar sudah dilakukan, pembangunan fasilitas pendukung seperti asrama akan lebih mudah diwujudkan,” tambahnya.
Sebagai informasi, sepanjang 2025, BLK Paser telah menggelar enam pelatihan kompetensi dengan total 96 peserta. Mayoritas pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, dengan empat kegiatan dibiayai melalui APBD Pemkab Paser dan dua lainnya bersumber dari APBN.
Pemerintah daerah diharapkan dapat melihat kebutuhan asrama sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pelatihan kerja, agar program peningkatan keterampilan benar-benar dapat dinikmati seluruh masyarakat Paser tanpa terkendala jarak dan biaya. []
Red04
