Viral di Medsos, Api Abadi Mrapen Grobogan Tak Lagi Menyala

JAKARTA — Fenomena padamnya Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah video kondisi lokasi tersebut viral di media sosial. Api yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata sekaligus simbol sejarah itu disebut telah meredup sejak akhir 2025, sebelum akhirnya benar-benar padam pada awal tahun 2026.

Salah satu video yang ramai diperbincangkan diunggah akun TikTok @lnlita_ pada Minggu (18/01/2026). Dalam unggahan tersebut, terlihat wisatawan mendokumentasikan kondisi Api Abadi Mrapen yang tidak lagi menyala. Narasi dalam video disertai kelakar bahwa api padam karena gasnya telah habis, sehingga memicu beragam spekulasi di ruang publik.

Menanggapi hal tersebut, pihak terkait membenarkan bahwa Api Abadi Mrapen saat ini memang dalam kondisi padam. Kepala Seksi Energi Cabang Dinas ESDM Kendeng Selatan, Slamet Widodo, menyampaikan bahwa laporan mengenai kondisi tersebut telah diterima. Namun, pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait waktu pasti api tersebut padam.

“Nggih (benar, Api Abadi Mrapen padam). Saya belum konfirmasi pastinya tanggal berapa (api tersebut padam),” kata Slamet dilansir detikJateng, Sabtu (31/01/2026).

Api Abadi Mrapen selama ini dikenal sebagai sumber api alami yang menyala tanpa henti dan kerap digunakan dalam berbagai kegiatan adat maupun seremoni kenegaraan. Karena itu, padamnya api tersebut menimbulkan keprihatinan, khususnya bagi masyarakat sekitar dan pengelola kawasan wisata.

Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, mengungkapkan bahwa tanda-tanda melemahnya sumber api sudah terlihat sejak akhir tahun lalu. Menurutnya, kondisi api yang mengecil telah dilaporkan kepada pihak terkait sebelum akhirnya padam sepenuhnya.

“Sebelumnya kita sudah laporan tanggal 28 Desember 2025 itu apinya sudah mengecil,” kata Annas saat ditemui detikJateng di Api Abadi Mrapen, Minggu (01/02/2026).

Annas menjelaskan bahwa pemantauan rutin dilakukan untuk memastikan kondisi api. Ia mengaku masih melihat api menyala pada malam pergantian tahun, namun situasi berubah keesokan harinya.

“Kemarin 1 Januari tepatnya itu jam 7 pagi saya cek ke sini, kondisinya sudah padam. Padahal malamnya jam 11 itu masih hidup,” sambung Annas.

Padamnya Api Abadi Mrapen ini memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan sumber gas alam yang selama ini menjadi penopang nyala api tersebut. Meski demikian, hingga kini belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab utama padamnya api, apakah murni karena faktor alam atau adanya perubahan pada sumber gas di bawah permukaan tanah.

Pemerintah daerah dan instansi teknis diharapkan dapat segera melakukan kajian menyeluruh untuk mengetahui penyebab padamnya Api Abadi Mrapen. Langkah tersebut dinilai penting, tidak hanya untuk kepentingan wisata, tetapi juga untuk menjaga nilai historis dan budaya yang melekat pada situs tersebut.

Sementara itu, masyarakat dan pengunjung diimbau untuk menunggu informasi resmi dari pihak berwenang serta tidak berspekulasi terkait penyebab padamnya api. Hingga ada hasil kajian lebih lanjut, kawasan Api Abadi Mrapen tetap dipantau guna memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *