Investasi Rp 7 Triliun, Pabrik Baterai CATIB Perkuat Industri Kendaraan Listrik

JAKARTA – Upaya Indonesia memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satunya ditandai dengan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik berkapasitas besar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang digarap PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp 7 triliun.

Pabrik baterai tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 6,9 GWh dan akan memproduksi baterai untuk kendaraan listrik serta energy storage system. Keberadaan fasilitas ini dinilai strategis dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri baterai global.

Director of Corporate Public Affair PT CATIB, Bayu Hermawan, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun industri hijau yang berkelanjutan di dalam negeri.”Pabriknya berkapasitas mencapai 6,9 GWh, yang mana lokasinya berada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dengan nilai investasi kurang lebih mencapai Rp 7 triliun. Insyaallah dari kami itu ditargetkan untuk dapat beroperasi di Q3 2026,” ujarnya dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senin (02/02/2026).

PT CATIB sendiri merupakan perusahaan patungan antara MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dengan konsorsium global Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, dan Lygend (CBL). Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara BUMN dan investor internasional dalam mempercepat pengembangan industri baterai nasional.

Selain berdampak pada sektor energi dan industri, proyek ini juga diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. PT CATIB memperkirakan pabrik tersebut akan membuka ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Dapat kami sampaikan bahwa PT CATIB diestimasikan nantinya akan mampu menyerap kurang lebih hingga 3.000 pekerjaan. Kemudian perlaksanaan transfer of knowledge di mana saat ini PT CATIB telah melakukan mengirimkan pekerja dan karyawan dari ke China kurang lebih 6 bulan,” ungkapnya.

Langkah pengiriman tenaga kerja ke China dilakukan sebagai bagian dari proses alih pengetahuan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Dengan demikian, ketika pabrik mulai beroperasi, tenaga kerja lokal telah memiliki keahlian yang sesuai dengan standar industri baterai global.

Dari sisi pembangunan fisik, progres konstruksi pabrik menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Hingga Januari 2026, pekerjaan infrastruktur dasar telah diselesaikan, sementara pemasangan peralatan dan fasilitas pendukung masih terus berlangsung.

“Per Januari 2026 ini telah diselesaikan basic infrastructures-nya dari kegiatan concrete untuk flooring, kemudian untuk dinding bahkan atap, ini juga sudah selesai dilakukan, dan saat ini on progress untuk pelaksanaan instalasi dari equipment serta finishing-finishing terkait dengan fasilitas penunjang,” tutupnya.

Keberadaan pabrik baterai ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi industrialisasi berbasis energi bersih di Indonesia. Selain memperkuat kemandirian industri baterai nasional, proyek ini juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam serta mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen kendaraan listrik. Dengan dukungan investasi dan pengembangan SDM yang berkelanjutan, Indonesia berpeluang menjadi pemain penting dalam industri baterai dan kendaraan listrik di tingkat global. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *