Pria Tendang Kucing hingga Mati, Polisi Lakukan Penyelidikan
SEMARANG – Kasus dugaan kekerasan terhadap hewan kembali menyita perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap seekor kucing viral di media sosial. Video tersebut memicu gelombang kecaman dari warganet sekaligus mendorong aparat kepolisian untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan.
Peristiwa itu diketahui terjadi di salah satu lapangan di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat seorang pria berlari di area lapangan lalu secara tiba-tiba menendang kepala seekor kucing dengan keras. Kucing tersebut diketahui tengah berada di dekat pemiliknya sebelum insiden terjadi. Aksi singkat namun brutal itu langsung menuai reaksi keras dari masyarakat setelah videonya diunggah dan ditonton jutaan kali.
Kepolisian Daerah Jawa Tengah memastikan bahwa kasus tersebut telah menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto menegaskan bahwa jajarannya telah bergerak untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut.
“Ini menjadi perhatian bagi kita semua dan personel di lapangan sudah bergerak,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto.
Artanto menjelaskan bahwa Polres Blora telah menerima instruksi untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Aparat tidak hanya berfokus pada identitas pelaku, tetapi juga mendalami latar belakang serta motif di balik tindakan kekerasan tersebut.
“Kita sudah menyampaikan ke Polres Blora untuk menyelidiki dan menindaklanjuti kejadian tersebut, termasuk menggali motivasi pelaku. Pelaku sudah teridentifikasi,” ungkapnya.
Video penganiayaan itu pertama kali viral setelah diunggah oleh akun Instagram @faridaarz. Dalam video tersebut, tampak seorang pria mengenakan baju oranye yang tetap melanjutkan aktivitas berlarinya tanpa menunjukkan rasa bersalah setelah menendang kucing tersebut. Berdasarkan keterangan pemilik, kucing itu dilaporkan mati akibat tendangan keras yang diterimanya.
Kasus ini kembali membuka diskusi publik mengenai perlindungan hewan dan penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap satwa. Banyak warganet mendesak aparat agar pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku, mengingat tindakan tersebut dinilai melanggar norma kemanusiaan serta etika sosial.
Di sisi lain, sejumlah pemerhati kesejahteraan hewan menilai bahwa kasus-kasus serupa kerap berulang karena rendahnya kesadaran masyarakat serta lemahnya efek jera. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat menindak tegas pelaku agar menjadi pelajaran bagi masyarakat luas.
Pihak kepolisian sendiri belum membeberkan identitas lengkap pelaku kepada publik. Namun, proses penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan kronologi kejadian serta dasar hukum yang akan digunakan dalam penanganan perkara tersebut.
Dengan viralnya video ini, aparat berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan jika menemukan tindakan kekerasan, baik terhadap manusia maupun hewan. Kepolisian juga mengimbau warga agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwenang. []
Siti Sholehah.
