DPRD Kota Probolinggo Dorong Perseroda Jadi Mesin Uang

0-3840x1742-0-0#

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM- Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Bahari Tanjung Tembaga (BTT) Kota Probolinggo dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kota Probolinggo.

Rapat tersebut digelar di ruang Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Senin (2/2/2026).

RDP dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo dan dihadiri seluruh anggota Komisi II, Direktur Perseroda BTT Noviyadi, serta Direktur Perumdam PDAM Kota Probolinggo.

Agenda rapat membahas program kerja, rencana pengembangan usaha, serta optimalisasi peran BTT sebagai badan usaha milik daerah yang berorientasi laba.

Anggota Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Masda Putri Amelia, SIP, MA, menyampaikan dukungan penuh terhadap program kerja Perseroda BTT. Ia menegaskan, Noviyadi telah terpilih sebagai direktur melalui proses seleksi yang profesional sehingga DPRD optimistis terhadap kapasitas manajemen BTT ke depan.

“Kami meyakini direktur BTT memiliki kemampuan yang mumpuni. Perseroda ini dibentuk sebagai perusahaan yang profit oriented. BTT harus menjadi mesin uang bagi daerah,” tegas Masda. Senin, 2/2/2026.

Masda juga menyoroti tantangan birokrasi yang dihadapi BTT pada fase awal operasional. Namun, ia menilai manajemen BTT mampu melewati tahapan tersebut untuk menghadapi tantangan berikutnya.

“Dengan latar belakang swasta, kami berharap pola manajemen profesional, transparan, dan akuntabel dapat diterapkan. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menegaskan DPRD Kota Probolinggo tidak melakukan intervensi terhadap operasional perusahaan, melainkan mendorong BTT agar mampu mengembangkan berbagai peluang usaha ke depan.

“BTT ini milik kita bersama. Harus dikelola dengan baik demi kepentingan masyarakat Kota Probolinggo,” tambahnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Probolinggo lainnya, H. Syaifudin DZ, turut mempertanyakan rencana pengelolaan air Perumdam PDAM di kawasan Pelabuhan Tanjung Tembaga, termasuk kemungkinan pengembangan menjadi air minum dalam kemasan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perseroda BTT Noviyadi menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD Kota Probolinggo. Ia menegaskan komitmen BTT untuk menjadi sumber pendapatan daerah.

“Kami ingin berjuang dan bekerja keras di awal agar BTT benar-benar bisa menjadi mesin uang bagi daerah. Jargon kami, ‘dari Probolinggo untuk Probolinggo’,” ujar Noviyadi.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan air PDAM oleh BTT masih terbatas pada ketentuan akta pendirian dan klasifikasi usaha (KBLI). Ke depan, BTT akan fokus pada sektor transportasi, pengembangan cool storage, serta penyediaan air bersih di kawasan Pelabuhan Tanjung Tembaga dengan tetap bersinergi bersama Perumdam PDAM.(rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *